Jumat, 06 Maret 2015

KIAT KIAT MENJADI SEORANG PUBLIC SPEAKING HANDAL.

Cara berbicara di depan umum atau yang dikenal Public Speaking adalah sebuah seni bagaimana seorang Public Speaker dalam berkomunikasi dengan tujuan menyampaikan sebuah pesan kepada publik atau audiens.

Tata cara berbicara di depan umum oleh setiap pribadi memiliki karakteristik yang berbeda dan isi pesan yang diberikan pun beraneka ragam, misalnya memberi pengaruh yang baik, memotivasi, memberi edukasi, menghibur, menyampaikan sebuah informasi penting dan menceritakan sebuah kisah yang memiliki sebuah pembelajaran.

Apakah semua Public Speaker memiliki sebuah bakat alami dalam dirinya? 

Dalam hal ini dapat dikategorikan menjadi 2 bagian. 
Yang pertama adalah talenta. Contohnya pada beberapa public figur yang memiliki bakat alami untuk berbicara secara luwes dan profesional, namun hal ini juga ditunjang dengan jam terbang mereka.
Yang kedua Anda dapat menjadi seorang Public Speaker melalui sebuah pelatihan atau pendidikan sekolah / kursus / seminar yang di didik secara profesional.

Apa keuntungan seseorang mempelajari Public Speaking?
Memiliki nilai lebih dalam perjalanan karierMeningkatkan kepercayaan diri seseorang dalam bersosialisasiMempengaruhi cara seseorang saat presentasi Kemampuan untuk berpidato, membuka kata sambutanMenambah kreativitas dalam penyampaian mengajarMenambah penghasilan sampingan sebagai MC, Presenter, atau ModeratorPentingnya menambahkan sebuah skill dan pengertian dalam Public Speaking tentunya akan memberikan kesan tersendiri bagi para audiens. Sebagai seorang Public Speaker, Anda tidak hanya dapat mengandalkan kualitas dari materi yang akan disampaikan.

Materi Public Speaking memang menjadi pesan utama dalam memberi pesan kepada audiens, namun apabila tidak diberi bumbu-bumbu didalam cara penyampainya, maka audiens Anda cenderung akan cepat bosan dan segera memalingkan perhatiannya pada hal lain. Apalagi kalau Anda mendapat kesempatan untuk berbicara didepan umum selama 1 jam. Kreativitas Anda akan menjadi faktor pendukung penting sehingga maksud dan tujuan Anda dapat tercapai dan diserap oleh audiens.

Berbicara di depan umum dianggap sebagai ketakutan terbesar dalam hidup seseorang, bahkan melebihi rasa takut pada kematian. 

Bagi Anda yang senang mengembangkan kemampuan dalam Public Speaking akan memiliki nilai tambah positif diantara para rekan-rekan Anda ataupun didalam sebuah forum. Dengan meningkatkan jam terbang Anda, maka akan semakin banyak pengetahuan dan teknik yang dapat Anda kembangkan di dalam setiap perfomance.

Profesi apa saja yang membutuhkan skill Public Speaking?1
ProfessionalPebisnisDirector / ManagerModeratorPolitisiGuru / DosenSupervisorMarketingPresenter / MCPublic Relation (PR)Mahasiswa / Mahasiswi / Pelajar dan bagi siapapun yang ingin mengasah skill sebagai seorang Public Speaker

Apabila saat ini Anda yang sedang ingin mengembangkan kepercayaan diri Anda dalam Public Speaking, berikut ini adalah beberapa tips berbicara di depan umum yang dapat Anda persiapkan terlebih dahulu dan dapat Anda aplikasikan dalam keseharian Anda. 

1. Untuk menjadi pembicara yang baik Anda dapat memulainya menjadi pendengar yang baik. Sadar atau tidak sadar, lawan bicara Anda akan merasa lebih nyaman ketika Anda dapat menjadi pendengar yang baik. Semakin Anda banyak mendengar, semakin banyak informasi yang Anda miliki dan dapat Anda pelajari.

2. Hindari untuk memotong sebuah pembicaraan saat berkomunikasi karena hal ini dapat mengubah atmosfer sebuah percakapan menjadi tegang dan tidak efektif. Point ini akan melatih Anda untuk memiliki sikap respon yang baik saat audiens Anda melemparkan sebuah pertanyaan.

3. Tips berkomunikasi dengan mengajukan sebuah pertanyaan akan membuat sebuah percakapan menjadi lebih hangat. "Oh ya..saya juga sempat mendengar kabar tersebut. Menurut saya....bagaimana pendapat Anda?"

4. Berikan jeda 3 detik dalam sebuah percakapan sebelum Anda merespon kepada lawan bicara Anda. Cara ini akan membuat lawan bicara Anda lebih tenang ketika berkomunikasi dengan Anda.

5. Jangan menghakimi lawan bicara apabila Anda merasa tidak setuju dengan apa yang mereka sampaikan. Lebih baik Anda memberikan sebuah saran atau solusi.

"Oh..saya pernah mendengar tentang bisnis ini menurut saya mungkin kamu bisa melakukan riset lagi untuk hasil yang maksimal" Cara ini jauh lebih baik dan efektif dari pada Anda mengatakan, "Saya percaya bisnis Anda tidak mungkin berhasil" 

6. Simpan ponsel Anda saat Anda sedang berbicara dengan seseorang. Sebuah percakapan tidak akan efektif ketika seseorang berbicara sambil melakukan text message atau apapun itu. Anda dapat meminta ijin kepada lawan bicara Anda daripada Anda berbicara sambil mata melirik kepada ponsel.

"Sorry sebentar saya harus membalas pesan ini" Cara ini membuat lawan bicara Anda merasa dihargai.

7. Berikan sedikit senyuman kecil saat Anda mendengarkan orang lain. Ingat sedikit saja ya. Dan  jangan lupa tatapan mata dengan lawan bicara Anda. Hal ini dapat menumbuhkan rasa kepercayaan seseorang kepada diri Anda dan menunjukkan bahwa Anda menghargai mereka.

8. Belajar berikan pujian, untuk yang satu ini harus tulus dari hati Anda. Hal ini dapat melatih Anda untuk mudah memberikan energi positif saat Anda menyatu dengan para audiens. Tentunya Anda tidak ingin menjadi pribadi yang berbeda disaat Anda berada dibawah panggung.

9. Gunakan setiap kesempatan yang ada. Apabila Anda mendapat kesempatan untuk berbicara didepan umum, jangan tolak terlebih dahulu. Ini adalah signal baik bagi Anda, manfaatkan kesempatan yang ada untuk menambah jam terbang Anda.

10. Rajin membaca sesuai materi atau bidang pekerjaan Anda. Menggali serta memiliki pengetahuan yang luas sesuai bidang yang Anda geluti akan sangat menolong Anda pada saat performance. "Seperti sebuah folder dalam komputer yang kaya akan dokumen" Apabila Anda tidak pernah mengisinya maka tidak ada yang dapat dikeluarkan dalam kata-kata.

Perkembangan dunia internet yang semakin luas tentunya dapat menjadi refrensi Anda. Mesin pencari Google dan Youtube dapat menjadi refrensi terbaik disaat Anda membutuhkan informasi seputar materi yang ingin Anda sampaikan.

Sebagai tambahan, tidak ada salahnya Anda meminta pendapat dari rekan Anda. Kritik dan pendapat dari mereka dapat membuat Anda mengenali titik kelemahan / blind spot yang tidak Anda sadari. Dalam study yang biasa terjadi adalah pengulangan kata seperti "yah gimana, ok lalu". Tidak ada yang salah dalam kata-kata tersebut, namun apabila terus diulangi dalam setiap penyampaian maka hal ini akan membuat audiens Anda merasa risih. 

Saya takut... Bagaimana nanti reaksi audiens?.. Apakah ini materi yang menarik?... Aduh bisa enga ya...

Ketika pertama kali seseorang mendapat kesempatan maupun tugas untuk berbicara di depan umum sering kali fokus yang diberikan lebih kepada hal yang negatif. Rasa takut dan cemas yang berlebihan apabila tidak di kontrol maka akan membuat pikiran Anda semakin kacau.

Adalah lebih baik bagi Anda untuk memberikan fokus kepada hal yang telah Anda siapkan sebelumnya. Ketika Anda berjalan menuju podium, katakan dengan antusias pada diri Anda.

"Saya sudah mempersiapkan dengan baik, semua akan baik-baik saja"

"Saya siap untuk pidato ini"
"Audiens akan belajar sesuatu dari materi yang saya sampaikan"
"Saya sudah latihan dengan keras, Ini adalah materi yang baik"

Saat Anda dapat memalingkan perhatian Anda kepada hal yang positif, Anda akan menemukan diri Anda jauh lebih tenang daripada sebelumnya. Tidak peduli seberapa baiknya materi Anda kalau Anda tidak percaya diri maka audiens dapat turut merasakannya. Ingat, Anda hanya mengijinkan pikiran positif yang menjadi fokus utama sebelum Anda tampil. Rasa takut dan grogi adalah sebuah reaksi yang wajar untuk Anda hadapi, namun bukan sebagai penghalang utama untuk Anda melakukan presentasi yang baik. 

Pesantren Terpadu Serambi Mekkah

Pesantren Terpadu Serambi Mekkah, " KISAH KETELADAN RASULULLAH, WANITA YANG MEMBENCI RASULULLAH SAW."

         Tersebutlah seorang wanita tua yang sedang melintasi gurun pasir dengan membawa beban yang berat. Walaupun tampak sangat kepayahan, namun ia tetap berusaha membawa barang bawaannya dengan sekuat tenaga. Tak lama kemudian, seorang laki-laki muda datang dan menawarkan diri untuk mengangkat bawaannya. Wanitu malang itu menerima tawaran tersebut dengan senang hati. Laki-laki itu pun mengangkat bawaannya kemudian mereka berjalan beriringan.

        “Senang sekali kamu mau membantu dan menemani, saya sangat menghargainya”, kata wanita itu. Ternyata ia adalah seorang wanita yang senang berbicara. Laki-laki itu pun dengan sabar mendengarkan sambil tersenyum tanpa pernah menginterupsinya. Suatu saat dia berkata pada laki-laki tersebut, “Anak muda, selama kita berjalan bersama, saya hanya punya satu permintaan. Jangan berbicara apapun tentang Muhammad! Gara-gara dia, tidak ada lagi rasa damai dan saya sangat terganggu dengan pemikirannya. Jadi sekali lagi, jangan berbicara apapun tentang Muhammad!”.

         Dia lalu melanjutkan lagi, “Orang itu benar-benar membuat saya kesal. Saya selalu mendengar nama dan reputasinya kemanapun saya pergi. Dia dikenal berasal dari keluarga dan suku yang terpercaya, tapi tiba-tiba dia memecah belah orang-orang dengan mengatakan bahwa tuhan itu satu.”

“Dia menjerumuskan orang yang lemah, orang miskin, dan budak-budak. Orang-orang itu berpikir mereka akan dapat menemukan kekayaan dan kebebasan dengan mengikuti jalannya,” wanita itu melanjutkan dengan kesal. “Dia merusak anak-anak muda dengan memutarbalikkan kebenaran. Dia meyakinkan mereka bahwa mereka kuat dan bahwa ada suatu tujuan yang bisa diraih. Jadi anak muda, jangan sekali-kali kamu berbicara tentang Muhammad!”

        Tak lama kemudian, mereka sampai ke tempat tujuan. Laki-laki itu menurunkan barang bawaannya. Wanita tua itu menatapnya sambil tersenyum penuh terima kasih. “Terima kasih banyak, anak muda. Kamu sangat baik. Kemurahan hati dan senyuman kamu itu sangat jarang saya temukan. Biarkan saya memberi kamu satu nasihat. Jauhi Muhammad! Jangan pernah memikirkan kata-katanya atau mengikuti jalannya. Kalau kamu lakukan itu, kamu tidak akan pernah mendapatkan ketenangan. Yang ada hanya masalah.”

          Pada saat laki-laki itu berbalik menjauh, wanita itu menghentikannya, “Maaf, sebelum kita berpisah, boleh saya tahu namamu, anak muda?” Lalu laki-laki itu memberitahukannya dan wanita itu terkejut setengah mati.

“Maaf, apa yang kamu bilang? Kata-katamu tidak terdengar jelas. Telinga saya semakin tua, terkadang saya tidak bisa mendengar dengan baik. Kelihatannya lucu, saya pikir tadi saya mendengar kamu mengucapkan Muhammad.”

“Saya Muhammad,” laki-laki itu mengulang kata-katanya lagi pada wanita tua itu.

         Wanita itu terpaku memandangi Rasulullah SAW. Tak berapa lama meluncur kata-kata dari mulutnya, “Aku bersaksi tiada tuhan selain Allah, dan Muhammad adalah utusan-Nya.“

          Demikianlah Rasulullah SAW. Hanya dengan dua kata dari mulutnya yang mulia, serta dibekali dengan kerendahan hati, kesabaran, dan kewibawaan yang luar biasa, beliau sanggup mengubah hati seorang wanita tua yang sebelumnya sangat membencinya menjadi mencintainya hanya dalam waktu singkat.

Betapa agungnya pribadi beliau.

PESANTREN TERPADU SERAMBI MEKKAH
Menerima Santri/ Santriwati Baru
Tp. 2015/2016
SMP-SMA-MA
Tlp. 0752 84169

referensi : http://cara-muhammad.com

Pesantren Terpadu Serambi Mekkah " Cintai Ibu mu, orang tua mu."

Kisah Menyentuh Seorang Ibu Tua

Ini cerita dari Jepang kuno. Mudah2an bisa diambil hikmahnya...(cerita di dapat dr buku pelajaran bhs Jepang)

Konon pada jaman dahulu, di Jepang ada semacam kebiasaan untuk membuang orang lanjut usia ke hutan. Mereka yang sudah lemah tak berdaya dibawa ke tengah hutan yang lebat, dan selanjutnya tidak diketahui lagi nasibnya.

Alkisah ada seorang anak yang membawa orang tuanya (seorang wanita tua) ke hutan untuk dibuang. Ibu ini sudah sangat tua, dan tidak bisa berbuat apa-apa lagi. Si anak laki-laki ini menggendong ibu ini sampai ke tengah hutan. Selama dalam perjalanan, si ibu mematahkan ranting-ranting kecil. Setelah sampai di tengah hutan, si anak menurunkan ibu ini.
"Bu, kita sudah sampai",kata si anak. Adaperasaan sedih di hati si anak. Entah kenapa dia tega melakukannya.
Si ibu , dengan tatapan penuh kasih berkata:"Nak, Ibu sangat mengasihi dan mencintaimu. Sejak kamu kecil, Ibu memberikan semua kasih sayang dan cinta yang ibu miliki dengan tulus. Dan sampai detik ini pun kasih sayang dan cinta itu tidak berkurang.
Nak, Ibu tidak ingin kamu nanti pulang tersesat dan mendapat celaka di jalan. Makanya ibu tadi mematahkan ranting-ranting pohon, agar bisa kamu jadikan petunjuk jalan".
Demi mendengar kata-kata ibunya tadi, hancurlah hati si anak. Dia peluk ibunya erat-erat sambil menangis. Dia membawa kembali ibunya pulang, dan ,merawatnya dengan baik sampai ibunya meninggal dunia.

Mungkin cerita diatas hanya dongeng. Tapi di jaman sekarang, tak sedikit kita jumpai kejadian yang mirip cerita diatas. Banyak manula yang terabaikan, entah karena anak-anaknya sibuk bisnis dll. Orang tua terpinggirkan, dan hidup kesepian hingga ajal tiba. kadang hanya dimasukkan panti jompo, dan ditengok jkalau ada waktu saja.

Kiranya cerita diatas bisa membuka mata hati kita, untuk bisa mencintai orang tua dan manula. Mereka justru butuh perhatian lebih dari kita, disaat mereka menunggu waktu dipanggil Tuhan yang maha kuasa. Ingatlah perjuangan mereka pada waktu mereka muda, membesarkan kita dengan penuh kasih sayang, membekali kita hingga menjadi seperti sekarang ini.

Kamis, 05 Maret 2015

santriwati pesantren terpadu serambi mekkah jadi duta putri remaja GENRE kota padang panjang

Setelah menyisihan banyak pesarta lain nya.. santriwati pesantren terpadu serambi mekkah yang berasal dari bengkulu ini menjadi duta putri remaja GENRE kota padang panjang.. sungguh prestasi yang sangat membanggakan buat kami ( orang tua & pesantren )
Santriwati itu bernama YUPHI OKTAVIARNI.. sungguh santriwati yang cerdas,sederhana dan sholeha tentunya..

Terkenal dilangit dan tidak terkenal di bumi dialah UWAIS AL QARNI..


         Pesantren Terpadu serambi Mekkah
Bismillahirahmanirahim...

        Pada zaman Nabi Muhammad S.A.W, ada seorang pemuda bermata biru, rambutnya merah, pundaknya lapang panjang, berpenampilan cukup tampan.Kulitnya kemerah-merahan. Dagunya menempel di dada kerana selalu melihat pada tempat sujudnya. Tangan kanannya menumpang pada tangan kirinya. Ahli membaca al-Quran dan selalu menangis, pakaiannya hanya dua helai dan sudah kusut yang satu untuk penutup badan dan yang satunya digunakannya sebagai selendang. Tiada orang yang menghiraukan, tidak terkenal dalam kalangan manusia,namun sangat terkenal di antara penduduk langit.

        Tatkala datangnya hari Kiamat, dan tatkala semua ahli ibadah diseru untuk memasuki Syurga, dia justeru dipanggil agar berhenti dahulu seketika dan disuruh memberi syafa'atnya.  Ternyata Allah memberi izin padanya untuk memberi syafa'at bagi sejumlah bilangan qabilah Robi'ah dan qabilah Mudhor, semua dimasukkan ke Syurga dan tiada seorang pun ketinggalan dengan izin-Nya.

        Dia adalah 'Uwais al-Qarni' siapalah dia pada mata manusia...
Tidak banyak yang mengenalnya, apatah lagi mengambil tahu akan hidupnya. Banyak suara-suara yang mentertawakan dirinya, mengolok-olok dan mempermainkan hatinya.  Tidak kurang juga yang menuduhnya sebagai seorang yang membujuk, seorang pencuri serta berbagai macam umpatan demi umpatan, celaan demi celaan daripada manusia.

       Suatu ketika, seorang fuqoha' negeri Kuffah, Santri/Santriwati Pesantren Terpadu Serambi Mekkah yang sholeh dan sholeha.. Ambilah hikmah dari cerita ini.. " jangan terlalu menilai seseorang dari tampilan luar mereka saja.. pakaian hanya pembungkus tubuh saja, jangan jadikan itu patokan dalam menilai seseorang... Nilai yang sebenarnya dari seorang manusia ada di balik pakaian pakaian tersebut.. ya.. kekayaan hati dan jiwa yang luar biasa...datang dan ingin duduk bersamanya. Orang itu memberinya dua helai pakaian sebagai hadiah. Namun, hadiah pakaian tadi tidak diterima lalu dikembalikan semula kepadanya. Uwais berkata:

       "Aku khuatir, nanti orang akan menuduh aku, dari mana aku mendapatkan pakaian itu? Kalau tidak daripada membujuk pasti daripada mencuri."

       Uwais telah lama menjadi yatim. Beliau tidak   mempunyai sanak saudara, kecuali hanya ibunya yang telah tua renta dan lumpuh tubuh badannya.
 
       Hanya penglihatan kabur yang masih tersisa.
Bagi menampung kehidupannya sehari-hari, Uwais bekerja sebagai pengembala kambing. Upah yang diterimanya hanya cukup-cukup untuk menampung keperluan hariannya bersama ibunya. Apabila ada wang berlebihan, Uwais menggunakannya bagi membantu tetangganya yang hidup miskin dan serba kekurangan.  Kesibukannya sebagai pengembala dan merawat ibunya yang lumpuh dan buta, tidak mempengaruhi kegigihan ibadahnya. Dia tetap melakukan puasa di siang hari dan bermunajat di malam harinya.

        Uwais al-Qarni telah memeluk Islam ketika seruan Nabi Muhammad S.A.W tiba ke negeri Yaman. Seruan Rasulullah telah mengetuk pintu hati mereka untuk menyembah Allah, Tuhan Yang Maha Esa, yang tidak ada sekutu bagi-Nya.
Islam mendidik setiap pemeluknya agar berakhlakluhur. Peraturan-peraturan yang terdapat di dalamnya menarik hati Uwais. Apabila seruan Islam datang di negeri Yaman, ia segera memeluknya, kerana selama ini hati Uwais selalu merindukan datangnya kebenaran. Banyak tetangganya yang telah memeluk Islam, pergi ke Madinah untuk mendengarkan ajaran Nabi Muhammad S.A.W secara langsung. Sekembalinya di Yaman, mereka memperbaharui rumah tangga mereka dengan cara kehidupan Islam.

        Alangkah sedihnya hati Uwais apabila melihat setiap tetangganya yang baru datang dari Madinah. Mereka itu telah bertamu dan bertemu dengan kekasih Allah penghulu para Nabi, sedang dia sendiri belum berkesempatan.  Kecintaannya kepada Rasulullah menumbuhkan kerinduan yang kuat untuk bertemu dengan sang kekasih. Namun apakan daya, dia tidak punya bekal yang cukup untuk ke Madinah. Lebih dia beratkan adalah ibunya yang sedang sakit dan perlu dirawat. Siapa yang akan merawat ibunya sepanjang ketiadaannya nanti

          Diceritakan ketika terjadi perang Uhud Rasulullah S.A.W mendapat cedera dan giginya patah kerana dilempari batu oleh musuh-musuhnya. Khabar ini sampai ke pengetahuan Uwais.  Dia segera memukul giginya dengan batu hingga patah. Hal tersebut dilakukan sebagai bukti kecintaannya kepada Rasulullah, sekalipun ia belum pernah melihatnya.

          Hari berganti dan musim berlalu, dan kerinduan yang tidak terbendung dan hasrat untuk bertemu tidak dapat dipendam lagi. Uwais merenungkan diri dan bertanya dalam hati, "Bilakah ia dapat menziarahi Nabinya dan memandang wajah beliau dengan dekat?"
Bukankah dia mempunyai ibu yang sangat memerlukan perhatian daripadanya dan tidak sanggup meninggalkan ibunya sendiri. Hatinya selalu gelisah siang dan malam menahan kerinduan untuk berjumpa Rasulullah.  Akhirnya, pada suatu hari Uwais mendekati ibunya. Dia meluahkan isi hatinya dan memohon izin kepada ibunya agar diperkenankan untuk pergi menziarahi Nabi S.A.W di Madinah.  Sang ibu, walaupun telah uzur, merasa terharu ketika mendengar permohonan anaknya. Beliau amat faham hati nurani anaknya, Uwais dan berkata,  "Pergilah wahai anakku! Temuilah Nabi di rumahnya. Apabila telah berjumpa, segeralah engkau kembali pulang."  Dengan rasa gembira dia berkemas untuk berangkat. Dia tidak lupa untuk menyiapkan keperluan ibunya yang akan ditinggalkan serta berpesan kepada tetangganya agar dapat menemani ibunya selama mana dia pergi.

         Sesudah siap segala persediaan, Uwais mencium sang ibu. Maka berangkatlah Uwais menuju Madinah yang berjarak lebih kurang empat ratus kilometer dari Yaman.  Medan yang begitu panas dilaluinya. Dia tidak peduli penyamun gurun pasir, bukit yang curam, gurun pasir yang luas yang dapat menyesatkan dan begitu panas di siang hari, serta begitu dingin di malam hari. Semuanya dilalui demi bertemu dan dapat memandang sepuas-puasnya paras baginda Nabi S.A.W yang selama ini dirinduinya.

          Tibalah Uwais al-Qarni di kota Madinah. Segera ia menuju ke rumah Nabi S.A.W, diketuknya pintu rumah itu sambil mengucapkan salam. Keluarlah sayyidatina 'Aisyah R.A sambil menjawab salam Uwais.  Segera sahaja Uwais menanyakan Nabi yang ingin dijumpainya. Namun ternyata baginda tidak berada di rumah melainkan berada di medan perang. Betapa kecewa hati sang perindu, dari jauh ingin berjumpa tetapi yang dirindukannya tidak berada di rumah. Dalam hatinya bergolak perasaan ingin menunggu kedatangan Nabi S.A.W dari medan perang.  Bilakahbeliau pulang? Sedangkan masih terngiang di telinga pesan ibunya yang sudah tua dan sakit-sakitan itu, agar ia cepat pulang ke Yaman.

           "Engkau harus lekas pulang."  Atas ketaatan kepada ibunya, pesan ibunya tersebut telah mengalahkan suara hati dan kemahuannya untuk menunggu dan berjumpa dengan Nabi S.A.W.  Dia akhirnya dengan terpaksa memohon untuk pulang semula kepada sayyidatina 'Aisyah R.A ke negerinya. Dia hanya menitipkan salamnya untuk Nabi S.A.W dan melangkah pulang dengan hati yang pilu.

Sepulangnya dari medan perang, Nabi S.A.W langsung menanyakan tentang kedatangan orang yang mencarinya. Nabi Muhammad S.A.W menjelaskan bahawa Uwais al-Qarni adalah anak yang taat kepada ibunya. Ia adalah penghuni langit dan sangat terkenal di langit.  Mendengar perkataan baginda Rasulullah S.A.W, sayyidatina 'Aisyah R.A dan para sahabatnya terpegun.  Menurut sayyidatina 'Aisyah R.A memang benar ada yang mencari Nabi S.A.W dan segera pulang kembali ke Yaman, kerana ibunya sudah tua dan sakit-sakitan sehingga ia tidak dapat meninggalkan ibunya terlalu lama.

Rasulullah S.A.W bersabda: "Kalau kalian ingin berjumpa dengan dia (Uwais al-Qarni), perhatikanlah, ia mempunyai tanda putih di tengah-tengah telapak tangannya."

Sesudah itu Rasulullah S.A.W, memandang kepada sayyidina Ali K.W dan sayyidina Umar R.A dan bersabda:  "Suatu ketika, apabila kalian bertemu dengan dia, mintalah doa dan istighfarnya, dia adalah penghuni langit dan bukan penghuni bumi."

Tahun terus berjalan, dan tidak lama kemudian Nabi S.A.W wafat, hinggalah sampai waktu khalifah Sayyidina Abu Bakar as-Shiddiq R.A telah digantikan dengan Khalifah Umar R.A.  Suatu ketika, khalifah Umar teringat akan sabda Nabi S.A.W tentang Uwais al-Qarni, sang penghuni langit. Beliau segera mengingatkan kepada sayyidina Ali K.W untuk mencarinya bersama.  Sejak itu, setiap ada kafilah yang datang dari Yaman, mereka berdua selalu bertanya tentang Uwais al-Qarni, apakah ia turut bersama mereka. Di antara kafilah-kafilah itu ada yang merasa hairan, apakah sebenarnya yang terjadi sampai ia dicari oleh beliau berdua.  Rombongan kafilah dari Yaman menuju Syam silih berganti, membawa barang dagangan mereka.

Suatu ketika, Uwais al-Qarni turut bersama rombongan kafilah menuju kota Madinah.  Melihat ada rombongan kafilah yang datang dari Yaman, segera khalifah Umar R.A dan sayyidina Ali K.W mendatangi mereka dan menanyakan apakah Uwais turut bersama mereka.  Rombongan itu mengatakan bahawa ia ada bersama mereka dan sedang menjaga unta-unta mereka di perbatasan kota. Mendengar jawapan itu, beliau berdua bergegas pergi menemui Uwais al-Qarni.  Sesampainya di khemah tempat Uwais berada, Khalifah Umar R.A dan sayyidina Ali K.W memberi salam. Namun rupanya Uwais sedang melaksanakan solat. Setelah mengakhiri solatnya, Uwais menjawab salam kedua tamu agung tersebut sambil bersalaman.

Sewaktu berjabat tangan, Khalifah Umar segera membalikkan tangan Uwais, untukmembuktikan kebenaran tanda putih yang berada di telapak tangan Uwais,sebagaimana pernah disabdakan oleh baginda Nabi S.A.W.  Memang benar! Dia penghuni langit.

Dan ditanya Uwais oleh kedua tamu tersebut,

"Siapakah nama saudara?"

"Abdullah." Jawab Uwais.

Mendengar jawapan itu, kedua sahabat pun tertawa dan mengatakan,

"Kami juga Abdullah, yakni hamba Allah. Tapisiapakah namamu yang sebenarnya?"

Uwais kemudian berkata "Nama saya Uwais al-Qarni."

Dalam pembicaraan mereka, diketahuilah bahwa ibu Uwais telah meninggal dunia.Itulah sebabnya, dia baru dapat turut bersama rombongan kafilah dagang saat itu. Akhirnya, Khalifah Umar dan sayyidina Ali K.W. memohon agar Uwais berkenan mendoakan untuk mereka.

Uwais enggan dan dia berkata kepada khalifah,

"Sayalah yang harus meminta doa daripada kalian."

Mendengar perkataan Uwais, Khalifah berkata,

"Kami datang ke sini untuk mohon doa dan istighfar daripada anda."

Karena desakan kedua sahabat ini, Uwais al-Qarni akhirnya mengangkat kedua tangannya, berdoa dan membacakan istighfar.  Setelah itu Khalifah Umar R.A berjanji untuk menyumbangkan wang negara daripada Baitulmal kepada Uwais, untuk jaminan hidupnya. Segera sahaja Uwais menolak dengan halus dengan berkata,  "Hamba mohon supaya hari ini saja hamba diketahui orang. Untuk hari-hari selanjutnya, biarlah hamba yang fakir ini tidak diketahui orang lagi."

Setelah kejadian itu, nama Uwais kembali tenggelam dan tidak terdengar beritanya.  Namun, ada seorang lelaki pernah bertemu dan dibantu oleh Uwais. Ketika itu kami berada di atas kapal menuju ke tanah Arab bersama para pedagang. Tanpa disangka-sangka angin taufan berhembus dengan kencang.  Akibatnya, hempasan ombak menghentam kapal kami sehingga air laut masuk ke dalam kapal dan menyebabkan kapal semakin berat. Pada saat itu, kami melihat seorang laki-laki yang mengenakan selimut berbulu di pojok kapal yang kami tumpangi, lalu kami memanggilnya.

Lelaki itu keluar daripada kapal dan melakukan solat di atas air. Betapa terkejutnya kami melihat kejadian itu.

"Wahai waliyullah, tolonglah kami!" 

Namun, lelaki itu tidak menoleh. Lalu kami berseru lagi,

"Demi Zat yang telah memberimu kekuatan beribadah, tolonglah kami!"

Lelaki itu menoleh kepada kami dan berkata,

"Apa yang terjadi?"

"Tidakkah engkau melihat bahawa kapal dihembus angin dan dihentam ombak?" Tanya kami.

"Dekatkanlah diri kalian pada Allah!" Katanya.

"Kami telah melakukannya."

"Keluarlah kalian daripada kapal dengan membaca Bismillahirrahmaanirrahiim!"

Kami pun keluar daripada kapal satu persatu dan berkumpul. Pada saat itu jumlah kami lima ratus lebih. Sungguh ajaib, kami semua tidak tenggelam, sedangkan perahu kami serta isinya tenggelam ke dasar laut.

Lalu orang itu berkata pada kami,

"Tidak apalah harta kalian menjadi korban, asalkan kalian semua selamat."

"Demi Allah, kami ingin tahu, siapakah nama Tuan?" Tanya kami.

"Uwais al-Qorni." Jawabnya dengan singkat.

Kemudian kami berkata lagi kepadanya, "Sesungguhnya harta yang ada di kapal tersebut adalah milik orang-orang fakir di Madinah yang dikirim oleh orang Mesir."

"Jika Allah mengembalikan harta kalian. Apakah kalian akan membahagi-bahagikannya kepada orang-orang fakir di Madinah?" Tanyanya.

"Ya!" Jawab kami

Orang itu pun melaksanakan solat dua rakaat di atas air, lalu berdoa. Setelah Uwais al-Qarni mengucap salam, tiba-tiba kapal itu muncul ke permukaan air, lalu kami menumpanginya dan meneruskan perjalanan. Setibanya di Madinah, kami membahagi-bahagikan seluruh harta kepada orang-orang fakir di Madinah, tiada satu pun yang tertinggal

Beberapa waktu kemudian, tersiar khabar Uwais al-Qarni telah pulang ke rahmatullah. Anehnya, pada saat dia akan dimandikan tiba-tiba sudah banyak orang yang berebut untuk memandikannya. Dan ketika dibawa ke tempat pembaringan untuk dikafan, di sana sudah ada orang-orang yang menunggu untuk mengkafankannya.

Demikian juga ketika orang pergi hendak menggali kuburnya. Di sana ternyata sudah ada orang-orang yang menggali kuburnya hingga selesai. Ketika usungan dibawa menuju ke perkuburan, luar biasa banyaknya orang yang berebutan untuk mengusungnya.

Syeikh Abdullah bin Salamah menjelaskan,

"Ketika aku ikut menguruskan jenazahnya hingga aku pulang daripada menghantarkan jenazahnya, lalu aku ingin untuk kembali ke kubur tersebut untuk memberi tanda pada kuburnya, akan tetapi sudah tak terlihat ada bekas di kuburnya."

(Syeikh Abdullah bin Salamah adalah orang yang pernah ikut berperang bersama Uwais al-Qarni pada masa pemerintahan sayyidina Umar R.A.)

Kepergian Uwais al-Qarni telah menggemparkan masyarakat kota Yaman. Banyak terjadi hal-hal yang amat menghairankan. Sedemikian banyaknya orang yang tidak kenal datang untuk mengurus jenazah dan pengebumiannya, padahal Uwais adalah seorang fakir yang tidak dihiraukan orang.

Sejak dia dimandikan hingga jenazahnya hendak diturunkan ke dalam kubur, di situ selalu ada orang-orang yang telah siap melaksanakannya terlebih dahulu. Penduduk kota Yaman tercengang.
Mereka saling bertanya-tanya "Siapakah sebenarnya engkau wahai Uwais al-Qarni? Bukankah Uwais yang kita kenal, hanyalah seorang fakir yang tidak memiliki apa-apa? Kerjanya hanyalah sebagai penggembala?"

"Namun, ketika hari wafatmu, engkau telah menggemparkan penduduk Yaman dengan hadirnya manusia-manusia asing yang tidak pernah kami kenali. Mereka datang dalam jumlah sedemikian banyaknya."

Agaknya mereka adalah para malaikat yang diturunkan ke bumi, hanya untuk mengurus jenazah dan pemakamannya.

Baru saat itulah penduduk Yaman mengetahuinya siapa Uwais al-Qarni.

"Dialah Uwais al-Qarni, tidak terkenal di bumi tapi sangat terkenal.

pesantren terpadu serambi mekkah



pesantren terpadu serambi mekkah, santri/Santriwati luruskan niat kalian untuk belajar agama

        Saat ini, sangat banyak sekali tantangan yang harus kita hadapi bersama di dunia pendidikan anak bangsa kedepan nya.. pesantren terpadu serambi mekkah padang panjang merupakan suatu solusi dalam mempersiapkan generasi-generasi emas bangsa ini kedepan nya.. hal yang terpenting untuk para santri/santriwati yang sudah mendaftar  untuk menempuh pendidikan di pesantren ini adalah.. " Luruskan, kokohkan niat kalian untuk benar benar ingin belajar, sekali kalian melangkahkan kaki memasusuki gerbang pesantren ini.. maka masa depan kalian sudah kalian mulai dari sini.. " ( suhefriandi)

pesantren Terpadu Serambi mekkah, kiat kiat anak betah tinggal di Asrama

Keinginan untuk memiliki anak yang Shaleh dan keterbatasan waktu orangtua untuk mendidik anaknya dirumah merupakan beberapa alasan (motivasi) para calon wali santri untuk memasukkan anaknya ke Pendidikan Pesantren. Namun terkadang, Kekhawatiran dengan kondisi lingkungan yang kurang baik,dan kesiapan anak yang akan menjalani program pendidikan berbasis Boarding School tersebut belum selamanya mendukung. Sehingga ada beberapa orangtua yang sedikit “memaksa” agar anaknya mau nyantri , padahal anaknya belum mendapatkan gambaran tentang seperti apa dan bagaimana kehidupan di Pesantren. Akibatnya, anak yang didambakan mampu mengenyam pendidikan pesantren dengan baik, ternyata minta pulang dengan alasan tidak betah dan sebagainya.

Nah, apakah ada cara agar santri atau calon santri betah nyantri di Pesantren.? Tentu ada, dan Insya Allah pada postingan saya akan menawarkan beberapa tips atau langkah langkah agar santri atau calon santri betah belajar di Pondok Pesantren. Terutama bagi calon wali santri yang baru saja ingin memasukkan anaknya ke Pesantren, khususnya Pesantren Modern. Berikut ini adalah caranya :
1. Senantiasa lah Berdoa lah kepada Allah SWT.

Mungkin anda akan berkata, kenapa setiap cara selalu saja poin pertama berdoa, apa tidak ada yang lain. Kami harus menjawab memang kemanapun kita pergi dan apapun pekerjaan yang ingin kita lakukan tetap tidak boleh melupakan hal yang satu ini, yaitu berdoa. Ini senjata seorang mukmin yang bisa kita andalkan dimanapun dan untuk apapun. Konon fir'aun pun setiap malam berdoa untuk kelanggengan kerajaannya sehingga pada suatu malam dia ketiduran tidak sempat berdoa. Esok harinya dia tenggelam dalam laut merah.

Makanya kalau anda ingin terus dapat menetap di pesantren harus sering-sering berdoa, mintakan juga orang tua dan kerabat untuk mendukung anda dalam hal ini. biasa ini sangat ampuh dan banyak orang telah membuktikan.

sedangkan bagi anda orang tua, jika punya anak di pesantren dan dia sudah tidak lagi betah, maka saran kami berdoalah sebanyak-banyaknya kepada Allah supaya diberi hidayah dan taufik kepada anak anda. ingat, doa orang tua tidak ada hijab, pasti terkabul.

2. Sudah Harus siap Mandiri. Kemandirian kecil itu di mulai dari rumah

Kehidupan di Pesantren lebih banyak aktifitas yang sifatnya mandiri, untuk itu calon santri harus lebih siap dan sudah terbiasa dengan pola hidup mandiri. Misalkan dirumah sudah terbiasa mencuci baju sendiri, mencuci piring bekas makan sendiri, sudah bisa masak dengan menu sederhana, dan merapikan tempat tinggal atau kamar tanpa harus diminta oleh orangtua. Kebiasaan hidup yang sudah mandiri seperti ini Insya Allah akan lebih membantu calon santri untuk menjalani aktifitas di Pesantren.


3. Terbiasa Disiplin.

Sudah tidak diragukan lagi, kedisiplinan sudah menjadi salah satu icon yang dimiliki oleh Pesantren, maka bagi calon santri yang akan menjalani pendidikan di Pesantren, ia harus siap dan terbiasa disiplin. Kedisiplinan ini dapat dibangun ketika sang anak masih bersama orangtua, misalkan anak dilatih untuk bangun diwaktu Shubuh atau sebelum shubuh (untuk melakukan shalat tahajud), shalat lima waktu dengan tepat waktu, tidak terlambat berangkat ke sekolah, menjaga kerapihan baik penampilan maupun tempat tinggal,  tidak suka terlambat, dan terbiasa hidup lebih teratur.

4. Jangan sering pulang/ dikunjungi orang tua.

Seringkali seorang santri pindah atau tidak lagi betah di Pondok Pesantren karena keseringan pulang kampung. Sering pulang akan menyebabkan seorang santri itu lupa segala pantangan yang ada di dayah/pesantren. Misalnya, tidak boleh nonton TV, internetan, dan lain-lain. Nah, ketika pulang biasanya mereka mengqadha segala pantangan yang tidak boleh sebelumnya itu. Pada akhirnya ini akan menyebabkan kemalasan untuk kembali lagi ke pesantren, karena akan hilang kesenangannya yang ada di kampung.

Makanya kebanyakan orang itu menuntut ilmu itu di tempat yang jauh, agar tidak mudah untuk pulang.

Untuk beberapa kondisi tertentu (terutama bagi santri cilik dan yang belum sepenuhnya siap), terlalu sering dijenguk merupakan hal yang kurang baik karena akan mengganggu kosentrasi santri, dan menyebabkan santri ingin pulang ikut bersama orangtuanya yang menjenguk. Saran terbaik untuk waktu besuk adalah sebulan sekali.

5. Mampu bergaul.

Anak yang memiliki kesulitan didalam bergaul biasanya akan membutuhkan waktu lebih lama untuk beradaptasi dengan lingkungan pesantren. Apalagi yang akan ditemui adalah teman-teman yang semuanya belum dikenal. Maka dalam hal ini calon santri haru memiliki keberanian dan kemampuan untuk memperkenalkan diri, dan lebih terbuka. Sebagai permulaan, santri bisa mencatat nama-nama teman barunya seserta alamatnya didalam buku hariannya, sehingga ia lebih cepat hafal nama-nama teman barunya.

6. Berani dan Percaya Diri.

Memiliki Keberanian dan Percaya Diri yang baik dapat membantu memudahkan didalam menjalani aktifitas di Pesantren. Berani dalam hal berkomunikasi dengan teman baru atau Ustadz yang baru dikenal. Percaya Diri atau dengan istilah tren nya Pede, dibutuhkan didalam mengikuti kegiatan-kegiatan yang ada di Pesantren. Misalkan Latihan Pidato (muhadloroh), Latihan Pramuka, latihan berbahasa Arab dan Inggris, dan lain sebagainya.

7. Sehat jasmani dan Rohani.

Salah satu syarat untuk masuk Pesantren adalah adanya surat keterangan sehat dari dokter. Informasi ini penting, karena akan sangat sulit jika santri harus ikut kegiatan Pesantren yang begitu padat sementara kondisi santri tidak memungkinkan. Bayangkan jika santri terlalu sering pulang dengan alasan sakit, karena keseringan sakit dan pulang maka keputusan untuk keluar Pesantren bukan tidak mungkin harus diambil.
Santri juga harus bersih dari riwayat kurang baik yang kaitannya dengan penyalahgunaan obat-obatan terlarang, kecuali sudah ada keterangan dan rekomendasi dari lembaga yang berwenang. Dikhawatirkan, jika masih belum betul-betul sembuh maka santri akan kembali mengkonsumsinya bahkan akan mengajak santri lainnya untuk menggunakan narkoba. Na’udzubillah. Selain itu, santri juga tidak memiliki keterbelakangan mental, sehingga santri mampu menyerap ilmu yang dipelajari di Pesantren.

9. Memiliki gambaran tentang Pesantren.

Calon santri terlebih dahulu harus mengetahui tentang gambaran kehidupan pesantren, mulai dari bangun tidur sampai kembali tidur. Santri harus memahami tata tertib pesantren  dan disiplin yang berlaku, sehingga didalam menjalaninya tidak kaget, karena sudah dipersiapkan. Sebelum memutuskan diri untuk mendaftar di Pesantren, maka disarankan untuk melakukan survey dan kunjungan terlebih dahulu ke lokasi pesantren yang akan dipilih, agar semakin yakin dan mantap.

10. Keinginan Calon santri lebih kuat.

Terkadang ada santri yang masuk Pesantren bukan atas dasar keinginannya sendiri, tetapi kehendak dari orangtuanya. Boleh-boleh saja orangtua memiliki keinginan untuk memasukkan anaknya ke Pesantren, tetapi upayakan niat itu muncul dari dalam diri sang anak. Karena yang akan menjalani pendidikan adalah anak. Akan sangat baik hasilnya jika memang sang anak yang meminta untuk dimasukkan ke Pesantren. Salah satu cara agar anak tertarik kepada dunia Pesantren dan keinginan itu muncul adalah dengan cara mulai memperkenalkan pesantren sedini mungkin, misalkan saat anak masih duduk dibangku kelas 4 atau 5, sudah dikenalkan dengan Pesantren.

11. Bertawakkal kepada Allah SWT.

Ini jalan terakhir yang harus anda tempuh jika ingin menetap di pesantren, berserah dirilah kepada Allah SWT. karena Dialah sebaik-baik pengatur, serahkan segala urusan kepadaNya seorang.

Jangan lupa Bersedekah untuk santri

Ini merupakan amanat Seorang guru kepada kami pada suatu hari. Beliau menyebutkan salah satu faktor kenapa beliau bisa menetap begitu lama di pesantren dan sukses adalah karena orang tuanya dulu sangat gemar membantu santri. Setiap santri yang pulang kampung halaman pasti di suruh singgah di warungnya dan ditraktir besar-besaran. Banyak juga kawan kami yang mempraktekkan hal ini dan berhasil. Ingat motto, cintailah agama, niscaya agama akan mencintai anda.

Demikianlah beberapa langkah-langkah agar calon santri mampu bertahan dan beradaptasi dengan cepat di lingkungan barunya Pondok Pesantren. Mudah-mudahan tulisan ini dapat membantu anda para orangtua yang belum menemukan formula yg tepat agar anak siap untuk mendapatkan pendidikan di Pondok Pesantren.

Semoga Bermanfaat.
Pesantren terpadu serambi mekkah padang panjang