Selasa, 28 November 2017

Jenis Jenis Hyonotheraphy

Jenis hipnoterapi

Suhefriandi

Jika Anda telah memutuskan untuk mengambil langkah untuk mencoba hipnoterapi, saran kami adalah meluangkan waktu untuk melakukan sedikit riset. Hipnoterapi adalah alat yang luar biasa dan bisa digunakan dengan berbagai cara.

Di bawah ini kami secara singkat menguraikan beberapa tipe umum hipnoterapi yang tersedia. Jika jenis terapi menarik bagi Anda atau suara yang sesuai dengan kebutuhan Anda, klik untuk membaca tentang terapi secara lebih mendalam. Anda kemudian dapat menggunakan alat pencarian canggih kami untuk menemukan hipnoterapis yang menawarkan jenis terapi ini, membaca profil mereka dan menghubungi mereka.

Jangan ragu untuk bertanya kepada ahli hipnoterapis Anda mengenai pertanyaan lebih lanjut tentang jenis hipnoterapi yang mereka gunakan. Mereka akan lebih dari senang untuk menjelaskan bagaimana mereka bekerja dan bagaimana hal itu bisa membantu.

Hipnoterapi kognitif

Hipnoterapi kognitif menggabungkan hipnosis untuk membantu 'memperbarui' alam bawah sadar sejalan dengan kesadaran dan pemahamannya tentang realitas. Teknik ini menarik pengaruh dari berbagai teori dan menggabungkannya sehingga sesuai dengan tujuan, nilai, dan kebutuhan pribadi klien.

Hipnoterapi kognitif dapat digunakan untuk banyak masalah namun sangat membantu fobia dan kecemasan.

Ericksonian hipnoterapi

Milton Erickson adalah seorang psikiater yang mengkhususkan diri dalam terapi keluarga dan hipnosis medis. karyanya dikutip sebagai revolusioner dalam industri hipnoterapi dan pendekatannya sekarang digunakan oleh sejumlah hipnoterapis.

Berbeda dengan bentuk lainnya, hipnoterapi Ericksonian menggunakan saran dan pengisahan cerita secara tidak langsung untuk mengubah perilaku. Jenis hipnoterapi ini mungkin menarik bagi mereka yang mencari pendekatan yang berbeda atau bahkan mereka yang telah mencoba dan tidak menyukai bentuk tradisional hipnoterapi.

Hypno-psikoterapi

Ini adalah pendekatan integratif, di mana hipnosis digunakan bersamaan dengan cabang psikoterapi lain (seperti psikodinamik, Humanis, Gestalt atau perhatian penuh). Profesional yang menawarkan bentuk terapi ini akan memiliki pelatihan baik dalam hipnoterapi maupun psikoterapi.

Hipno-psikoterapi dapat digunakan untuk melihat masalah yang lebih dalam dan mungkin bermanfaat bagi mereka yang merasa mendapat manfaat dari pekerjaan yang lebih intensif.

Hipnoanalisis

Mengikuti konsep dari psikoterapi analitis, hypnoanalysis terlihat untuk mengidentifikasi 'penyebab' atau 'peristiwa pemicu' yang telah menyebabkan masalah saat ini yang Anda hadapi. Dengan mengidentifikasi penyebab utamanya, hipnoterapis membantu mengurangi asosiasi negatif dan menyelesaikan masalah yang diakibatkannya.

Prosesnya sering membutuhkan sejumlah sesi, memungkinkan Anda dan terapis untuk membangun hubungan dan bekerja sama dalam lingkungan yang aman dan percaya.

Neuro Linguistic Programing (NLP)

Bukan jenis hipnoterapi, tapi teknik lain yang sering digunakan hipnoterapis dalam latihan mereka. nLP adalah model pembelajaran yang dirancang oleh Dr Richard Bandler dan John Grinder dan terlihat membantu orang membantu diri mereka mencapai keadaan 'keunggulan, kebahagiaan dan keadaan pikiran'.

Regresi masa lalu

Praktisi teknik ini percaya kita semua memiliki kehidupan masa lalu dan menggunakan hipnosis untuk membantu memulihkan ingatan ini. Diharapkan kenangan ini bisa mengungkap mengapa Anda berjuang dengan masalah tertentu dalam kehidupan ini dan menjelaskan siapa Anda sekarang.

Terapi ini bersifat holistik dan bekerja dengan tubuh, pikiran, emosi dan jiwa. Regresi kehidupan masa lalu mungkin berguna jika Anda merasa terjebak dalam masalah tertentu atau menemukan sesuatu terus kembali ke kehidupan Anda.

Solusi hipnoterapi terfokus

Bentuk hipnoterapi ini berfokus pada situasi di sini dan saat ini, melihat situasi Anda saat ini dan bagaimana Anda ingin masa depan Anda terlihat. Solusi hipnoterapi terfokus adalah berpusat pada klien, artinya Anda memimpin dalam sesi Anda dengan hipnoterapis Anda yang membimbing Anda.

penetapan tujuan adalah kunci dan teknik tanya jawab sering digunakan untuk membantu Anda menemukan solusi atas tantangan apa pun yang Anda hadapi. Keyakinan utamanya adalah bahwa Anda memiliki kekuatan dan sumber daya dalam untuk menarik diri untuk membantu diri Anda sendiri, dengan hipnoterapis bertindak sebagai fasilitator.

Saran hipnoterapi

Teknik saran digunakan dalam kebanyakan jenis hipnoterapi. Premis di balik hipnosis adalah bahwa ketika kita dalam keadaan menghipnosis, alam bawah sadar kita lebih terbuka terhadap saran.

Saran ditawarkan oleh hipnoterapis selama keadaan ini untuk membantu mengubah pola pikir. Teknik ini sangat ideal untuk mengubah kebiasaan, mengatasi kecemasan dan mengurangi stres.

Terapi Garis Waktu ™

Berasal dari NLP, Time Line Therapy ™ didasarkan pada pemikiran bahwa ingatan kita disimpan dalam pola linier (yaitu garis waktu). Terapis garis waktu menggunakan teknik yang berbeda untuk membantu Anda membebaskan keyakinan dan emosi negatif yang terkait dengan pengalaman masa lalu.

Sementara pendekatan ini dapat digunakan untuk berbagai masalah, hal ini dianggap sangat berguna bagi mereka yang berjuang dengan depresi, kecemasan dan stres.

Senin, 27 November 2017

Secangkir Kopi di hari guru

  Suhefriandi  

      SELAMAT HARI GURU

sebuah renungan buat kita semua

Dalam sebuah acara reuni, beberapa alumni menjumpai guru sekolah mereka dulu.

Mereka menceritakan kisah sukses masing2.
Ada yang menjadi direktur BUMN, ada yang menjadi direktur Bank, ada yg menjadi pengusaha sukses, dokter, arsitek, pengacara, konsultan, dll.

Melihat para alumni tersebut ramai2  membicarakan kesuksesan mereka, guru tsb segera ke dapur kmdn mengambil seteko kopi panas dan beberapa cangkir kopi yang berbeda2. ‎Mulai dari cangkir yang terbuat dari kristal, kaca, melamin dan plastik.

_“Sudah, sudah.. Ngobrolnya berhenti dulu. Ini Bapak sudah siapkan kopi buat kalian,”_ seru sang guru memecah keasyikan obrolan mereka.

Hampir serempak, mereka kemudian berebut cangkir terbaik yang bisa mereka dapat.
Akhirnya, di meja yang tersisa hanya satu buah cangkir plastik yang paling jelek.

Lantas, setelah semua mendapatkan cangkirnya, sang guru pun mulai menuangi cangkir itu dengan kopi panas dari teko yang telah disiapkannya.

_“Mari, silakan diminum,”_ ajak sang guru, yang kemudian ikut mengisi kopi dan meminum dari cangkir terakhir yang paling jelek.

_“Bagaimana rasanya? Nikmat kan? Ini dari kopi hasil kebun keluarga saya sendiri.”_

_“Wah, enak sekali Pak.. Ini kopi paling sedap yang pernah saya minum,”_ timpal salah satu murid yang langsung diiyakan oleh teman yang lain.

_“Nah, kopinya enak ya? Tapi, apakah kalian tadi memperhatikan. Kalian hampir saja berebut untuk memilih cangkir yang paling bagus hingga hanya menyisakan satu cangkir paling jelek ini?”_ tanya sang guru.

Murid-murid itu pun saling berpandangan. 

_"Perhatikanlah, bahwa kalian semua memilih cangkir yg bagus dan kini yg tersisa hanyalah cangkir yg murah dan tidak menarik._

_Memilih hal yg terbaik adalah wajar dan manusiawi. Namun persoalannya, ketika kalian tidak mendapatkan cangkir yg bagus perasaan kalian mulai terganggu._
_Kalian secara otomatis melihat cangkir yg dipegang orang lain dan mulai membandingkannya._

_Pikiran kalian terfokus pada cangkir, padahal yg kalian nikmati bukanlah cangkirnya melainkan kopinya.‎_

_Hidup kita, baik kehidupan dunia maupun kehidupan ibadah, seperti kopi dalam analogi tsb di atas, sedangkan cangkirnya adalah sarana, pekerjaan, jabatan, atau harta benda yg kita miliki."_

Semua alumni tertegun mendengar penjelasan dari sang guru.
Penjelasan dari sang guru telah menyentak kesadaran mereka.

_"Anak-anakku tercinta..."_
lanjut sang guru.

_"Jangan pernah membiarkan cangkir mempengaruhi kopi yg kita nikmati._
_Cangkir bukanlah yg utama, kualitas kopi itulah yg terpenting._

_Jangan berpikir bahwa kekayaan yg melimpah, sarana yg mewah, karier yg bagus dan pekerjaan yg mapan merupakan jaminan kebahagian hidup dan kenikmatan dlm beribadah._
_Itu konsep yg sangat keliru._

_*Kualitas hidup dan ibadah kita ditentukan oleh  "Apa yg ada di dalam" bukan "Apa yg kelihatan dari luar.*"_

_Status, pangkat, kedudukan, jabatan, kekayaan, kesuksesan, popularitas, adalah sebuah predikat yang disandang._
_Tak salah jika kita mengejarnya._
_Tak salah pula bila kita ingin memilikinya._

_Namun, semua itu hanya sarana._
_Sarana hanya bermanfaat apabila bisa mengantarkan kita pada tujuan._

_Apa gunanya  memiliki segala sarana, namun tidak pernah merasakan kedamaian,_ _ketenteraman,_ _ketenangan, dan kebahagian sejati di dalam kehidupan kita?_

_Itu sangat menyedihkan._
_Karena hal itu sama seperti kita menikmati kopi kualitas buruk yg disajikan di sebuah cangkir kristal yg mewah dan mahal..."_

_Kunci menikmati kopi bukanlah seberapa bagus cangkirnya, tetapi seberapa bagus kualitas kopinya..."_

*******

Selamat menikmati secangkir kopi kehidupan...
Saudara2 tercinta...🙏☕😊

*Salam sukses luarbiasa istimewa*

Kamis, 09 November 2017

37 Masalah Populer, Ust. Abdul Somad,Lc,MA, "Wahai Rasulullah,dimanakah bapak ku ?

Ust. Abdul Somad,Lc, MA menulis dalam bukunya berjudul: 37 Masalah Populer:

عَنْ أَنَسٍ أَنَّ رَجُلًا قَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَيْنَ أَبِي قَالَ فِي النَّارِ فَلَمَّا قَفَّى دَعَاهُ فَقَالَ إِنَّ أَبِي وَأَبَاكَ فِي النَّارِ

Dari Anas, sesungguhnya seorang laki-laki berkata, “Wahai Rasulullah, di manakah bapakku?”.

Rasulullah Saw menjawab, “Di neraka”.
Ketika laki-laki itu pergi, Rasulullah Saw memanggilnya, “Sesungguhnya bapakku dan bapakmu di neraka”. (HR. Muslim).
Yang dimaksud dengan bapak dalam hadits ini adalah paman Rasulullah Saw, yaitu Abu Thalib. Bukan Abdullah. Karena orang Arab biasa menyebut paman dengan sebutan (أَبِي).
          
Ust. Abdul Somad,Lc, MA mengomentari ini di salah satu radio di Pekanbaru pada hari Senin 25 November 2014. “Mana ada orang Arab memanggil Abi kepada pamannya. Bahasa Arab mana itu???!!!”. Sambil tertawa melecehkan. Seakan-akan Ust. Abdul Somad,Lc, MA ngawur, tidak faham bahasa Arab.
Lalu dikomentari oleh murid Ust. Abdul Somad,Lc, MA : “Ternyata lain ya bahasa Arab Mesir dengan bahasa Arab Madinah?!”. Membumbui pelecehan gurunya.
Inilah yang melatar belakangi Ust. Abdul Somad,Lc, MA  membuat tulisan ini sebagai:

Jawaban:
Allah Swt mengajarkan kepada kita, jika bersilang pendapat dalam suatu masalah, hendaklah kembali kepada al-Qur’an, Sunnah dan fatwa ulama yang benar. Bukan kepada hawa nafsu. Sekarang, mari kita lihat apa kata Allah Swt dalam al-Qur’an tentang penggunaana kata Abu/Abi untuk paman.

DALIL AL-QUR’AN DAN PENDAPAT KALANGAN SALAF.

وقد وجه من حيث اللغة بأن العرب تطلق لفظ الأب على العم إطلاقا شائعا وإن كان مجازا، وفي التنزيل ( أم كنتم شهداء إذ حضر يعقوب الموت إذ قال لبنيه ما تعبدون من بعدي قالوا نعبد آلهك وإله آبائك إبراهيم وإسماعيل وإسحاق) فأطلق على إسماعيل لفظ الأب وهو عم يعقوب كما أطلق على إبراهيم وهو جده.

Menurut bahasa, orang Arab menggunakan kata Abu/Abi untuk paman, penggunaan ini berlaku umum, meskipun maknanya majaz (kiasan). Dalam al-Qur’an disebutkan: “Adakah kamu hadir ketika Ya'qub kedatangan (tanda-tanda) maut, ketika ia berkata kepada anak-anaknya: "Apa yang kamu sembah sepeninggalku?" Mereka menjawab: "Kami akan menyembah Tuhanmu dan Tuhan bapak-bapakmu (nenek moyangmu), Ibrahim, Ismail dan Ishaq”. (Qs. al-Baqarah [2]: 133). Digunakan kata Abu (Bapak/Ayah)) terhadap Isma’il, padahal Isma’il itu paman nabi Ya’qub. Ibrahim juga disebut Abu (Bapak/Ayah), padahal Ibrahim itu kakek”. (al-Hawy li al-Fatawa karya Imam as-Suyuthi: 3/318).
Selanjutnya Imam as-Suyuthi menyebutkan beberapa riwayat tentang penggunaan Kata Abu (Bapak/Ayah) untuk paman:

Riwayat Pertama:

أخرج ابن أبي حاتم عن ابن عباس أنه كان يقول الجد أب ويتلو (قالوا نعبد آلهك وإله آبائك الآية)
Ibnu Abi Hatim meriwayatkan dari Ibnu Abbas, ia berkata, “Kakek pun disebut Abu (Bapak/Ayah)”. Kemudian beliau membacakan ayat: “Mereka menjawab: "Kami akan menyembah Tuhanmu dan Tuhan bapak-bapakmu (nenek moyangmu)”. (Qs. al-Baqarah [2]: 133).

Riwayat Kedua:

وأخرج عن أبي العالية في قوله وإله آبائك إبراهيم وإسماعيل قال سمي العم أبا.
Diriwayatkan dari Abu al-‘Aliyah tentang ayat: “dan Tuhan bapak-bapakmu (nenek moyangmu) Ibrahim, Ismail dan Ishaq”. Paman disebut Abu (Bapak/Ayah). (Qs. al-Baqarah [2]: 133).
وأخرج عن محمد بن كعب القرظي قال الخال والد والعم والد وتلا هذه الآية.

Riwayat Ketiga:

Diriwayatkan dari Muhammad bin Ka’ab al-Qarzhi, ia berkata, “Paman dari pihak ibu disebut bapak/ayah, paman dari pihak bapak pun disebut bapak/ayah”. Kemudian beliau membacakan ayat di atas.
Imam as-Suyuthi menutup dengan:
فهذه أقوال السلف من الصحابة والتابعين في ذلك.
Ini adalah pendapat

kalangan Salaf dari kalangan shahabat dan tabi’in dalam masalah ini.

PENDAPAT AHLI BAHASA ARAB.

Berikut kita lihat pendapat Imam Muhammad bin Muhammad bin Abdirrazzaq al-Husaini Abu al-Faidh Murtadha az-Zabidi dalam kitabnya Taj al-‘Arus min Jawahir al-Qamus:
قيل : هو اسْمُ عَمِّ إبراهِيمَ عليه وعلى محمّدٍ أفضلُ الصّلاة والسّلام في الآيةِ المذكورة وإنّمَا سُمِّيَ العَمُّ أباً وجَرى عليه القرآنُ العَظيم على عادةِ العربِ في ذلك لأنهم كثيراً ما يُطلِقُون الأبَ على العَمّ وأمّا أبُوه فإنه تارَخُ
Ada pendapat yang mengatakan bahwa Azar adalah nama paman Nabi Ibrahim as yang terdapat dalam ayat. Paman disebut Abu (Bapak/Ayah), demikian menurut al-Qur’an dan tradisi kebiasaan orang-orang Arab tentang penyebutan itu, karena orang-orang Arab sering menggunakan kata Abu/Abi kepada paman. Sedangkan ayah kandungnya adalah Tarakh. (Taj al-‘Arus, hal.2454).

Fatwa Saudi Arabia:

أما إطلاق اسم الأب على العم على سبيل الاحترام والتكريم فجائز، وهو الذي جاء في القرآن، لكنه ليس أبا في النسب
Adapun penggunaan kata Abi untuk paman sebagai bentuk penghormatan dan kemuliaan, maka hukumnya boleh. Demikian terdapat dalam al-Qur’an. Tapi bukan bapak/ayah secara nasab. (al-Lajnah ad-Da’imah li al-Buhuts al-‘Ilmiyyah wa al-Ifta’: 11/460).

Pendapat Syekh Ibnu Utsaimin Ulama Besar Saudi Arabia.

أنه يجوز إطلاق اسم الأب على العم تغليباً؛ لقوله تعالى: { وإسماعيل }.
Boleh menggunakan kata Abu/Abi untuk paman, karena kebiasaan/umum. Berdasarkan firman Allah: “dan Tuhan bapak-bapakmu (nenek moyangmu) Ibrahim, Ismail dan Ishaq”. Paman disebut Abu (Bapak/Ayah). (Qs. al-Baqarah [2]: 133).
(Tafsir al-‘Allamah Ibn ‘Utsaimin).
وأما إسماعيل فهو عمه لكن أطلق عليه لفظ الآباء من باب التغليب لأن العم صنو الأب كما قال النبي صلى الله عليه وسلم لعمر أما شعرت أن عم الرجل صنو أبيه يعني شريكه في الأصل والجذر والصنو هو عبارة عن النخلتين يكون أصلهما واحدا
Adapun Isma’il, maka dia adalah paman Ya’qub, tapi digunakan kata Abu/Abi (Bapak/Ayah) karena lafaz itu biasa digunakan. Karena paman itu bagian dari bapak/ayah, sebagaimana sabda Rasulullah Saw kepada Umar, “Apakah engkau tidak merasa bahwa paman seseorang itu bagian dari bapaknya”. Maksudnya adalah bagian dalam asal dan akar. Makna kata as-shanu adalah ungkapan tentang dua pohon kurma yang asalnya satu. (Syarh Riyad as-Shalihin, hal.784).

Pendapat Syekh Abu Bakar al-Jaza’iri Pengajar Fiqh dan Tafsir di Masjid Nabawi:
يطلق لفظ الأب على العم تغليباً وتعظيماً .
Kata Abu/Abi digunakan untuk paman, menurut kebiasaan dan secara umum biasa digunakan. (Aisar at-Tafasir: 1/57).

CATATAN:
Pertama, dari dalil-dalil diatas, berdasarkan al-Qur’an, Sunnah dan pendapat para ulama dari berbagai cabang keilmuan, jelaslah bahwa kata Abu/Abi biasa digunakan untuk paman.  Bukan bahasa Arab aneh buatan Abdul Somad.

Kedua, bagi penceramah agar menyampaikan sesuatu dengan amanah, jangan melakukan pembohongan publik.  Karena tidak semua pendengar itu jahil bin bahlul.  Dan yang paling penting, kita semua akan diminta pertanggungjawaban di hadapan Allah Swt  tentang apa yang pernah kita sampaikan.

Ketiga, jangan sampai fanatik kepada orang tertentu membutakan mata kita untuk melihat kebenaran.

Keempat, Abdul Somad memang tidak se’alim Sibawaih dalam bahasa Arab. Tapi dia bisa juga menyelesaikan S1 di al-Azhar dalam waktu 3 tahun 10 bulan. Dari 20 mahasiswa seangkatannya di Darul Hadits-Maroko tahun 2004, dia mahasiswa pertama menyelesaikan S2, dengan tesis dalam bahasa Arab 300 halaman, selesai dalam waktu 1 tahun 11 bulan (Institut Darul Hadits hanya menerima 20 siswa jurusan hadits dalam satu tahun). Sedikit banyak dia bisa dan faham juga bahasa Arab, rupanya.

Kelima, kata Imam Syafi’i:
تَكَبَّرْ عَلَى الْمُتَكَبِّرِ مَرَّتَيْنِ
“Sombonglah engkau kepada orang yang sombong itu dua kali sombong”.
(Bariqah Mahmudiyyah fi Syarh Thariqah Muhammadiyyah wa Syari’ah Nabawiyyah: 3/176).

Sumber : http://somadmorocco.blogspot.co.id/2014/11/abi-paman-saya.html

Selasa, 07 November 2017

Ketika Mayat Meminta Tolong Kepada Seluruh Orang Yang Dikenalnya

*Ketika Mayat Meminta Tolong Kepada Seluruh Orang Yang Dikenalnya*

Konon orang yang mati awalnya tidak menyadari bahwa dirinya mati. Dia merasa dirinya sedang bermimpi mati. Dia melihat dirinya ditangisi, dimandikan, dikafani, dishalati hingga diturunkan ke dalam kubur. Dia merasa dirinya sedang bermimpi saat dirinya ditimbun tanah. Dia berteriak-teriak tapi tidak ada yang mendengar teriakannya.

Beberapa waktu kemudian, saat semua sudah pulang meninggalkannya sendirian di bawah tanah, Allah kembalikan ruhnya. Dia membuka mata, dan terbangun dari _“mimpi”_ buruknya.

Dia senang dan bersyukur, bahwa ternyata apa yang dia alami hanyalah sebuah mimpi buruk, dan kini dia sudah bangun dari tidurnya. Kemudian dia meraba badannya yang hanya diselimuti kain sambil bertanya kaget:

_“Dimana bajuku? Kemana celanaku?”_ Lalu dia meraba sekelilingnya yang berupa tanah _“Dimanakah aku? Tempat apa ini? Kenapa bau tanah dan lumpur?”_ Kemudian dia mulai menyadari bahwa dia ada di bawah tanah, dan sebenarnya apa yang dialaminya bukanlah mimpi! Ya, dia sadar bahwa dirinya benar-benar telah mati.

Berteriaklah dia sekeras-kerasnya, memanggil orang-orang terdekatnya yang dianggap bisa menyelamatkannya:

_“Ibuuuuu….!!!!”_
_“Ayaaaaaah…!!!!”_
_“Kakeeeeek!!!”_
_“Neneeeek!!”_
_“Kakaaaaak!!!”_
_“Sahabaaaaat!!!”_

Tidak ada seorangpun yang menjawabnya. Dia yang selama ini lupa pada Allah pun ingat bahwa ALLAH adalah satu-satunya harapan.

Menangis lah dia sambil meminta ampun,
_“Ya, Allaaaaaaah…. Ya Allaaaaaaah…. Ampuni aku ya Allaaaaaaah….!!!”_

Dia berteriak dalam ketakutan yang luar biasa yang belum pernah dirasakan sebelumnya sepanjang hidupnya.

Jika dia orang baik, akan muncullah dua malaikat dengan wajah tersenyum dan akan mendudukkannya dan menenangkannya, menghiburnya dan melayaninya dengan pelayanan yang terbaik.

Jika dia orang buruk, akan datang dua malaikat dengan wajah bengis yang akan menambah ketakutannya dan akan menyiksanya sesuai keburukannya.

_Pertolongan Al-Quran di Alam Kubur_

Dari Sa’id bin Sulaim ra, Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda:
_“Tiada penolong yg lebih utama derajatnya di sisi Allah pada hari Kiamat daripada Al-Qur’an. Bukan nabi, bukan malaikat dan bukan pula yang lainnya.”_
(Abdul Malik bin Habib-Syarah Ihya)

Al Bazzar meriwayatkan dalam kitab La’aalli Masnunah bahwa jika seseorang meninggal dunia, ketika orang – orang sibuk dengan kain kafan dan persiapan pengebumian di rumahnya, tiba -tiba seseorang yang sangat tampan berdiri di kepala mayat. Ketika kain kafan mulai dipakaikan, dia berada di antara dada dan kain kafan.

Setelah dikuburkan dan orang – orang mulai meninggalkannya, datanglah 2 malaikat. Yaitu Malaikat Munkar dan Nakir yang berusaha memisahkan orang tampan itu dari mayat agar memudahkan tanya jawab.

Tetapi si tampan itu berkata: _“Ia adalah sahabat karibku. Dalam keadaan bagaimanapun aku tidak akan meninggalkannya. Jika kalian ditugaskan utk bertanya kepadanya, lakukanlah pekerjaan kalian. Aku tidak akan berpisah dari orang ini sehingga ia dimasukkan ke dalam surga.”_

Lalu ia berpaling kepada sahabatnya dan berkata, _“Aku adalah Al Quran yang terkadang kamu baca dengan suara keras dan terkadang dengan suara perlahan. Jangan khawatir setelah menghadapi pertanyaan Munkar dan Nakir ini, engkau tidak akan mengalami kesulitan.”_

Setelah para malaikat itu selesai memberi pertanyaan, ia menghamparkan tempat tidur dan permadani sutera yang penuh dengan kasturi dari Mala’il A’la (Himpunan Fadhilah Amal : 609)

Allahu Akbar, selalu saja ada getaran haru selepas membaca hadits ini. Getaran penuh pengharapan sekaligus kekhawatiran. Getaran harap karena tentu saja mengharapkan Al-Quran yang kita baca dapat menjadi pembela kita di hari yang tidak ada pembela. Sekaligus getaran takut, kalau-kalau Al-Quran akan menuntut kita.

Banyak riwayat yang menerangkan bahwa Al-Quran adalah pemberi syafa’at yang pasti dikabulkan Allah Subhanahu wa Ta’ala.

_Ya Allah, ampunilah dosa kami, dosa ibu bapak kami, keluarga kami, saudara kami dan seluruh kaum muslimin, Ya Allah, jangan Engkau cabut nyawa kami saat tubuh kami tak pantas berada di SurgaMu. Aamiin._

Sobat sekarang kita memiliki dua pilihan,

1. Membiarkan sedikit pengetahuan ini hanya dibaca disini
2. Membagikan pengetahuan ini kesemua teman facebook / WA kita insyaa Allah bermanfaat dan akan menjadi pahala bagi kits. Aamiin! {Fxz}

Silakan diSHARE sebanyak mungkin!

Tim Acara Islam itu Indah Kunjungi Kota Padang Panjang

Pendidikan Islami di Kota Padang Panjang

Dalam Bingkai  “ Islam Itu Indah ”

Padang Panjang, Kominfo, suhefriandi.blog.id- Kota Padang Panjang hadirkan tim “Islam Itu Indah”, dengan dipandu oleh Kartika Ramlan (Tika), dan menghadirkan Ustad Riza Muhammad, Ustad Syamsudinnur dan Ustadzah Lulung. Melalui Program Islam Itu Indah, Trans TV tertarik untuk mengeksplor pendidikan Islam di sejumlah pesantren di Kota yang berjuluk Serambi Mekah ini, Sabtu (4/11).

Dimulai dari kunjungan para Tim ke Pusat Dokumentasi dan Informasi Minangkabau (PDIKM) yang disambut langsung oleh Wali Kota Padang Panjang Hendri Arnis, BSBA Ketua DPRD Novi Hendri, unsur Forkopimda, kepala OPD dan sejumlah kelompok majelis taklim serta Pemimpin Pondok Pesantren se-Kota Padang Panjang.

Setelah melakukan ramah tamah dan saling berjabat tangan dengan Wali Kota Padang Panjang, rombongan Tim Islam Itu Indah, disambut dengan Makan Bajamba yang dilanjutkan dengan melakukan Diaolog Interaktif serta Tausiah di Auditorium Minang Fantasi dan Water Park Padang Panjang bersama dengan para santri dari Pondok Pesantren Thawalib Putra, Diniyah Puteri, Thawalib Putri, Kauman Muhammadiyah dan Pesantren Terpadu  Serambi Mekah serta Ibu-ibu Majlis Taklim Kota Padang Panjang.

Dengan mengusung tema “Pendidikan Islami di Bumi Serambi Mekkah”, ustadzah Lulung tampil sebagai penceramah pertama, menyampaikan materi Makna dan Hakikat Ilmu dalam pandangan Islam yang membuat ratusan para peserta yang hadir bersemangat mengikuti kegiatan yang diselingi canda dan gurauan tersebut.

Setelah Ustadzah Lulung tampil, selanjutnya ustad Syamsudinnur memberikan Tausiahnya sembari melantunkan ayat-ayat Al-Qur’an dengan suara merdunya dan dilanjutkan dengan Tausiah ustad Riza Muhammad tentang pentingnya menuntut ilmu agama.

Setelah para Ustad dan Ustadzah tampil, Tika yang memandu acara tersebut memberikan kesempatan kepada para Santri dan Ibu Majlis Taklim untuk bertanya, dan nanti pertanyaan tersebut akan langsung dijawab oleh Ustad dan Ustadzahnya.

Acarapun dilanjutkan dengan membawa para santri saling sambung menyambung ayat yang diiringi oleh Ustad Syam, santri tersebut berasal dari Pondok Pesantren Terpadu Serambi Mekkah Ananda Khalilul Rahman, yang juga sudah hafal 15 Juzz serta santri dari Muhammadiyah, mereka Bertiga melantunkan Ayat suci yang di bacakan, diawali  oleh ust. Syam, Selanjut nya sambung menyambung bacaan..  “Subhannallah” sontak keluar sebuah kata yang penuh makna dari ustad Syam, karena mendengar lancarnya para santri untuk menyambung ayat-ayat yang dibacakannya. Terlebih lagi para santri ada yang melakukan Tausiah Penutup acara, Santri yang berasal dari Pondok Pesantren Terpadu Serambi Mekkah Mampu memukau semua yang hadir saat itu, dan di lakukan dengan baik , Bahkan Produser acara pun Mengacung Jempolnya.. “ “Masya Allah” ini sudah bisa Go Internasional juga seperti saya,” kata Ustad Syam sembari tersenyum dan merangkul santri tersebut, santri Tersebut bernama M. Asril.. saat ini baru duduk di bangku kelas X Madrasah Aliyah Serambi Mekkah...

Alhamdulilah Do'a Penutup Acara Islam Itu indah road to Padang Panjang, di sampaikan oleh Wakil Ketua MUI kota padang Panjang yang juga Da'i Kondang di Kota berjuluk Kota Serambi Mekkah ini, beliau adalah Ust. Ade Sehabudin, SH,MM.Pd ( Guru Tetap di Pesantren Terpadu Serambi Mekkah )

Hari Kedua dari Kegiatan Syuting Acara " Islam Itu Indah di Padang Panjang, Kembali Seluruh Kru Lengkap Trans TV dengan, Ust. Reza Muhammad, Ust. Syam, Ustadzah Lulung, kembali Mengunjungi Pondok Pesantren Terpadu Serambi Mekkah, Sholat Dzuhur berjamaah di Mesjid Bahrul Ulum, Berjamaah bersama seluruh Penghuni Pondok Pesantren Terpadu Serambi Mekkah, Selesai sholat Dzuhur berjamaah.. Alhamdulillah Masing Masing Da'ai Islam itu Indah berkesempatan Tausyiah secara bergantian di hadapan Ratusan Para santri/wati Pondok Pesantren Terpadu Serambi Mekkah, Durasi masing masing kurangblebih 15 menitan per Da'i.. Alhamdulillah... " Masyaallah Ini Pesantren yang besar di kota yang berjuluk Kita Serambi Mekkah ini " Ujar ust. Reza Muhammad...

“Bahagia sekali kami berada di Padang Panjang ini, dengan melihat semangat para santri-santrinya untuk menyebarluaskan agama Islam dan mampu memberikan tausiah kepada para umat yang ada dimana pun dan kapan pun, Masya Allah sungguh besar keagunganMu Tuhan,” kata Ustad Riza sembari merintih dengan haru.

Sementra itu, Wali Kota Padang Panjang Hendri Arnis pada kesempatan itu, menyampaikan, program pendidikan Islam yang dilaksanakan di Kota Padangpanjang telah berlangsung lama, bahkan sebelum Indonesia merdeka. Hal itu, ditandai dengan berdirinya perguruan Diniyah Puteri, perguruan Thawalib dan Kauman Muhammadiyah yang telah melahirkan tokoh-tokoh Nasional dan berperan dalam perjuangan kemerdekaan Republik Indonesia.

“Siapa yang tidak kenal Rahmah El Yunisiah, Sutan Syahrir, Buya Hamka dan banyak lagi tokoh-tokoh yang telah memberikan kontribusi besar terhadap bangsa ini. Saya juga berharap kepada generasi muda untuk giat menuntut ilmu dan menggapai cita-citanya,” ajak Hendri Arnis.

Kepada Kru Islam Itu Indah, Hendri Arnis juga mengucapkan terima kasih atas kedatangannya ke Kota Padangpanjang. Apalagi, dengan tingginya kesibukannya, menyempatkan diri untuk mampir ke kota kecil berhawa sejuk tersebut.

“Saya juga berharap, ini bukan kunjungan yang pertama dan yang terakhir kesini, cukup banyak lagi sisi sisi pendidikan Islam yang ada di Padangpanjang, yang bisa diangkat ketingkat nasional. Sehingga, citra Padang panjang sebagai kota pendidikan Islam semakin bergema ke tingkat Nasional,” sebut Walikota muda Padang Panjang.

Usai Ustad Riza berikan sebuah tambahan Tausiahnya, acarapun ditutup dengan foto bersama dengan para santri dan para ibu-ibu Majlis Taklim. (Release Kominfo/cg & Suhefriandi/Pesantren Terpadu Serambi Mekkah ).

KH. Tengku Zulkarnain ( Wasekjed MUI Pusat ) di Kota Padang Panjang

Alhamdulillah, dengan Izin Allah Ta"alla KH. Tengku Zulkarnain ( Wasekjed MUI Pusat ) Mengunjungi Pesantren Terpadu Serambi Mekkah Kota Padang Panjang, Selasa, 7 November 2018, Disela sela agenda Beliau KH. Tengku Zulkarnain ( Wasekjed MUI Pusat ) Mengunjungi Sumatera Barat Memenuhi undangan Masyarakat Sumatera Berat di sela sela padat nya agenda 7 hari beliau di Bumi Minang beliau menyempatkan untuk bertemu dengan Para santri Pesantren Terpadu Serambi Mekkah, sehari sebelum kedatangan beliau, melalui EO di kota serambi Mekkah yang di wakili untuk mengkomunikasikan kunjungan beliau ini, beliau akan bertemu dengan Para para penerus ulama yang saat ini sedang mondok di Pesantren Terpadu Serambi Mekkah, Alhamdulillah.. Ratusan Santri/wati, Para Asssatidz dan Ummahad, karyawan Pesantren  sangat senang sekali mendengar kabar akan kedatangan beliau ke Pesantren... Segala persiapan di siapkan secepat mungkin.. Alhamdulillah...

     Beliau KH. Tengku Zulkarnain ( Wasekjed MUI Pusat ), memberikan ilmu dan Motivasi yang sangat penting buat generasi generasi ulama masa depan yang berada di pondok pesantren, Bahkan Tausyiah beliau di beri judul.. " Santri Pewaris Ulama "... Alhamdulillah.. Sungguh pertemuan yang sangat memiliki arti yang besar bagi kami... Beliau berpesan.. Rajin rajinlah belajar, Jangan bermalas malasan, di tangan kalian lah nantinya Perjuangan menegakan Keadilan ini di lanjutkan.." Terima kasih banyak kepada semua pihak yang telah berandil besar terlaksana nya acara ini.. Alhamdulillah...

Selasa, 24 Oktober 2017

KOMUNIKASI DALAM ORGANISASI

KOMUNIKASI DALAM ORGANISASI

By. : Suhefriand


       Manusia di dalam kehidupan sehari harinya harus berkomunikasi, artinya setiap manusia  memerlukan orang lain dan membutuhkan kelompok atau masyarakat untuk saling berinteraksi. Hal ini merupakan suatu hakekat bahwa sebagian besar pribadi manusia terbentuk dari hasil integrasi sosial dengan sesama dalam kelompok dan masyarakat.

      Di dalam kelompok ataupun organisasi selalu terdapat bentuk kepemimpinan yang merupakan masalah penting untuk Menjalankan kelompok Organisasi yang terdiri dari atasan dan bawahannya. Oleh karena itu komunikasi dianggap sebagai elemen penting untuk keberhasilan suatu organisasi. Bagaimana mungkin orang lain bisa menangkap ide kita kalau kita tidak dapat mengungkapkannya kepada orang lain dengan baik.

      Komunikasi dalam organisasi menjadi hal sangat penting, seperti halnya aliran darah bagi suatu organisasi, dan miskomunikasi memberi kontribusi yang dapat disamakan dengan rusaknya sistem peredaran darah dalam lebih dari satu organisasi. Komunikasi menjadi faktor terpenting bagi organisasi dalam mendapatkan informasi. Kemudian dengan komunikasi yang baik maka suatu organisasi akan dapat berjalan lancar dan begitu juga sebaliknya, kurangnya atau tidak adanya komunikasi organisasi dapat macet atau berantakan.

       Tanpa komunikasi di antara berbagai pihak, pola hubungan yang kita sebut organisasi tidak akan melayani kebutuhan seseorang dengan baik. Kegagalan dalam organisasi banyak yang disebabkan oleh kurang tertatanya komunikasi yang dilakukan para pelaku di organisasi tersebut. Ditambah lagi dengan perbedaan budaya masing-masing sehingga menghambat dalam proses komunikasi dan menimbulkan efek kurang baik yaitu tidak adanya kerjasama sesama pengurus. Seperti yang dikatakan Luthans bahwa komunikasi yang tidak efektif adalah akar utama permasalahan dalam organisasi.

       Komunikasi  antara pimpinan dan anggota menjadi faktor penting bagi pencapaian tujuan suatu organisasi. Pemimpin organisasi sebagai leader memiliki peran penting dalam berkomunikasi dengan anggota.

Untuk itu dalam makalah ini akan dibahas mengenai komunikasi dalam organisasi.
( Pesantren Terpadu Serambi Mekkah Kota Padang Panjang )

           A. Proses Komunikasi Dalam Organisasi.

       Dalam kehidupan sehari-hari kita menerima banyak pesan / informasi dari berbagai sumber, dari teman, orang tua, rekan kerja, iklan dan berita di media massa dan sebagainya baik disadari maupun tidak. Dari sekian banyak pesan-pesan tersebut, hanya sebagian kecil saja yang menarik perhatian kita dan kita perbincangkan. Beberapa pesan bahkan memberikan efek atau dampak baik positif maupun negatif pada kita.
Ternyata dalam organisasi semua kegiatan organisasi diawali dengan lalu lintas komunikasi. Proses penetapan tujuan, pemberian tugas sampai pelaporan dilakukan melalui komunikasi. Komunikasi adalah sebuah tindakan untuk berbagi informasi, gagasan maupun pendapat dari setiap anggota organisasi guna mencapai kesamaan makna.
Komunikasi bertindak dan berfungsi mengendalikan perilaku anggota organisasi dalam berbagai cara.

       Dalam hal ini, komunikasi melaksanakan empat fungsi utama dalam organisasi, yaitu :
1. fungsi informasi,
2. fungsi kendali,
3. fungsi motivasi dan
4. fungsi penyampaian perasaan emosional.
       Fungsi internal komunikasi ini akan berunjung pada diri anggota organisasi itu sendiri berupa munculnya :
-  kesadaran diri yang tinggi terhadap organisasi,
-  pemahaman terhadap kinerja organisasi,
-  struktur organisasi dan reputasi organisasi.

       Proses komunikasi tersebut dapat dilakukan dalam beragam konteks, salah satunya dalam lingkup organisasi. Organisasi memiliki suatu jenjang jabatan dan kedudukan yang memungkinkan semua anggota organisasi tersebut memiliki perbedaan posisi dan tanggung jawab pada bidang pekerjaan masing-masing. Dalam konteks organisasi, pemahaman mengenai peristiwa-peristiwa komunikasi yang terjadi didalamnya seperti:
- Apakah instruksi pimpinan sudah dilaksanakan dengan benar oleh bawahan? atau bagaimana bawahan mencoba menyampaikan keluhan kepada atasan? Hal-hal seperti ini memungkinkan tujuan organisasi yang telah ditetapkan dapat tercapai dengan baik.

       Namun yang menjadi persoalan, sering kali ditemukan banyak masalah dalam proses komunikasi dalam organisasi. Persoalan pokok sebenarnya terletak pada “perbedaan tentang pesan” yang diterima. Pesan yang dimaksudkan oleh pengirim sering kali salah dipahami atau bukan seperti yang diinginkan oleh penerima. Penerima pesan tidak membalas makna pesan sebagaimana yang diinginkan oleh pengirim pesan. Pesan itu sendiri juga bisa menjadi masalah manakala simbol-simbol yang dipilih oleh pengirim pesan tidak tepat dan waktu pengiriman pesan yang salah. Ditambah lagi, adanya perbedaan latar belakang para pelaku komunikasi yang menyebabkan terjadinya perbedaan dalam mempersepsi pesan yang diterima karena adanya kepentingan. Adanya konflik antar pribadi / kelompok juga turut mempengaruhi kinerja organisasi.

       Disisi lain, masih banyak yang beranggapan bahwa komunikasi itu mudah karena setiap saat kita melakukannya. Bahkan dalam organisasi pun, komunikasi sering dianggap tidak penting. Keadaan menjadi berubah ketika kemudian munculnya konflik dalam proses kerja, terjadi hambatan, penyimpangan, kegagalan, ketegangan, perbedaan pendapat dan sebagainya. Barulah komunikasi dipandang sebagai hal penting, hal yang pelik, perlu cara-cara atau teknik yang pas dalam menjembatani perbedaan-perbedaan yang ada guna mendatangkan keberhasilan dalam organisasi.

        Komunikasi itu sendiri mencakup pentransferan dan pemahaman makna. Suatu gagasan yang dimiliki seseorang, sebagus apa pun itu, tidak ada gunanya jika tidak disampaikan kepada orang lain dan dipahami. Proses penyampaian informasi dalam kegiatan penyelesaian tugas dalam diskusi dan rapat-rapat tentang perubahan yang akan dilakukan di dalam organisasi, merupakan kebijakan interaksi terbuka yang akan membangun hubungan sangat positif guna kelangsungan pengembangan organisasi ke depan.

        Melihat pentingnya komunikasi dalam organisasi, efektivitas komunikasi akan sangat menentukan kesuksesan organisasi baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Kemampuan individu untuk menyampaikan pesan atau informasi dengan baik, menjadi pendengar yang baik, menggunakan berbagai media audio-visual merupakan bagian penting dalam melaksanakan komunikasi yang efektif dalam suatu organisasi. Komunikasi merupakan keterampilan yang paling penting dalam kehidupan setiap manusia dan organisasi.
Steven Covey mengibaratkan komunikasi adalah napas kehidupan makhluk. Ia menitik beratkan pada konsep saling ketergantungan untuk menjelaskan hubungan antarmanusia. Faktor penting dalam komunikasi tidak sekadar pada apa yang ditulis atau dikatakan seseorang, tetapi lebih pada karakter seseorang dan bagaimana sesorang dapat menyampaikan pesan kepada penerima pesan.

        Berdasarkan penjelasan tersebut dapat disimpulkan bahwa syarat utama komunikasi yang efektif adalah karakter dan integritas pribadi yang menyampai kan pesan tersebut. Menurut Covey, untuk membangun komunikasi diperlukan lima dasar penting yaitu:

1. Usaha untuk benar-benar mengerti orang lain,

2. Kemampuan untuk memenuhi komitmen,

3. Kemampuan untuk menjelaskan harapan,

4. Kemampuan untuk meminta maaf secara tulus jika melakukan kesalahan,

5. Kemampuan memperlihatkan integritas.

       Bentuk komunikasi tertinggi adalah komunikasi empatik yang memiliki makna melakukan komunikasi untuk mengerti dan memahami karakter dan maksud dan peran orang lain yang menerima pesan. Dalam hal ini, kebaikan dan sopan santun seperti halnya kemampuan dan kemauan untuk memenuhi komitmen yang disampaikan, dan menjelaskan harapan yang diharapkan dalam suatu hubungan komunikasi sangat diperlukan untuk menghindari terjadinya harapan yang bertentangan atau berbeda dengan peran dan tujuan komunikasi.

Selain itu, integritas mencakup hal-hal yang lebih dari sekadar kejujuran juga diperlukan dalam membangun hubungan komukasi yang efektif dan sehat. Kejujuran menekankan pada kemauan untuk mengatakan kebenaran atau menyesuaikan kata-kata kita dengan realitas. Integritas menyesuaikan realitas dengan kata-kata setiap individu yang menyampaikan pesan.

Untuk menciptakan komunikasi yang efektif, seorang komunikator harus mampu mengidentifikasi sasaran yang menjadi penerima pesan, menentukan tujuan komunikasi, merancang pesan, memilih media, memilih sumber pesan, dan mengumpulkan umpan balik.
Disamping itu, komunikator harus bisa memutuskan isi pesan, format pesan dan struktur pesan sehingga pesan yang disampaikan memiliki daya tarik maksimal, baik daya tarik rasional, emosional dan moral. Hal lain yang perlu diperhatikan adalah bagaimana memilih media, media komunikasi yang bisa digunakan yaitu telepon, surat, internet atau media massa seperti papan reklame, poster, media on line. Kemudian suasana lingkungan organisasi yang dirancang sedemikian rupa baik sebagai daya tarik, dan melaksanakan kegiatan untuk meningkatkan “eksistensi” dan image positif organisasi.

Selain itu, Komunikasi yang efektif juga dianjurkan oleh ajaran agama Islam agar terjadinya hubungan baik sesame manusia dan nilai-nilai yang baik tentunya harus dimiliki oleh seorang individu, kelompok atau organisasi. Dalam Islam dikenal dengan Qaulan Ma’rufa yaitu baik dan diterima oleh nilai-nilai yang berlaku di masyarakat. Ucapan yang baik adalah ucapan yang diterima sebagai sesuatu yang baik dalam pandangan masyarakat. Dengan kata lain bahwa Qaulan Ma’rufa mengandung arti perkataan yang sopan, halus, indah, benar, penuh penghargaan, dan menyenangkan, serta sesuai dengan kaidah dan hukum dan logika.

          Kemudian Qaulan Baligha diartikan sebagai pembicaraan yang fasih atau tepat, jelas maknanya, terang, serta tepat mengungkapkan apa yang dikehendakinya atau juga dapat diartikan sebagai ucapan yang benar dari segi kata. Dan apabila dilihat dari segi sasaran atau ranah yang disentuhnya dapat diartikan sebagai ucapan yang efektif.

B. Fungsi Komunikasi Dalam Organisasi
Organisasi, baik yang berorientasi pada keuntungan (profit) maupun nirbala (non profit) memiliki empat fungsi, yaitu :

1. Fungsi Informasi

      Informasi pada dasarnya dibutuhkan oleh semua orang yang mempunyai perbedaan kedudukan dalam organisasi. Mereka yang berada pada level manajemen membutuhkan informasi untuk membuat kebijakan organisasi atau mengatasi konflik yang terjadi dalam organisasi. Sedangkan para karyawan membutuhkan organisasi untuk melaksanakan pekerjaan, mendapat jaminan sosial, jaminan kesehatan, izin cuti dan sebagainya.

Pemimpin pada level manapun, harus memiliki kemampuan dan ketrampilan memberikan informasi yang jujur, terbuka apa adanya sesuai fakta dan yang mampu menjaring umpan balik. Hal ini sangat berkaitan dengan kemampuan dan ketrampilan mendengarkan, terutama mendengarkan saran, keluhan dan kritik dari bawah dan pihak lain. Umpan balik merupakan salah satu tolak ukur untuk melihat apakah proses komunikasi dalam organisasi sudah berjalan efektif atau tidak.

Disisi lain, mendengarkan, memperhati kan dan menyimak informasi dari bawah akan mendatangkan rasa nyaman bagi bawahan secara emosional. Mereka merasa dihargai dan diperhatikan oleh atasannya. Penghargaan tersebut merupakan faktor penting untuk membangun dan meningkatkan motivasi bawahan dalam bekerja dan menjadi modal penting dalam mencapai kesuksesan sebagai seorang pimpinan.

2. Fungsi Persuasi.

       Perkembangan zaman menunjukan, kekuasaan dan kewenangan tidak akan selalu membawa hasil sesuai yang diharapkan. Mempersuasi orang lain lebih membuka peluang besar untuk bekerja sama mencapai hasil karena menghasilkan tingkat partisipasi dan kepedulian yang tinggi dibandingkan dengan pemberian tugas dengan perintah yang memperlihatkan kekuasaan dan kewenangan. Efek positif persuasi adalah adanya kesadaran dan kerelaan penerima pesan untuk mengikuti dan melakukan dengan penuh tanggung jawan pesan yang diterimanya tanpa merasa dipaksa kan.

Kemampuan persuasi adalah kemampuan untuk mempengaruhi yang menjadi inti kepemimpinan. Proses komunikasi persuasi dalam organisasi diperlukan dalam rangka menjadikan jajaran dan publik sadar dan mau memberikan perhatian, persetujuan dan dukungannya kepada organisasi.

3. Fungsi Regulatif.

        Fungsi ini berkaitan dengan peraturan-peraturan yang berlaku dalam organisasi. Fungsi ini dipengaruhi oleh dua hal, yaitu Pertama, mereka yang berada pada level manajemen memiliki kewenangan untuk mengendalikan semua informasi yang didapat dan disampaikan dan juga kewenangan untuk memberi instruksi. Sehingga dalam struktur organisasi, mereka ditempatkan pada lapis atas supaya perintah-perintahnya dapat dilaksanakan sebagaimana mestinya. Namun demikian, sikap bawahan dalam menjalankan perintah banyak bergantung pada: kekuatan pimpinan dalam memberikan sanksi ketika terjadi pelanggaran, keabsahan pimpinan dalam menyampaikan perintah, kepercayaan bawahan terhadap atasan sebagai seorang pemimpin dan sebagai pribadi, serta tingkat kredibilitas pesan yang diterima oleh bawahan. Kedua, berkaitan dengan pesan itu sendiri. Pesan-pesan regulatif pada dasarnya berorientasi pada kerja. Artinya, bawahan selalu membutuhkan kepastian peraturan tentang pekerjaan yang boleh dan tidak boleh untuk dilaksanakan.

4.  Fungsi Integratif.

         Setiap organisasi selalu berusaha untuk menyediakan saluran yang memungkinkan karyawan dapat melaksanakan tugas dan pekerjaan dengan baik. Dalam hal ini terdapat dua saluran komunikasi dalam organisasi. Pertama, saluran komunikasi formal, seperti laporan-laporan kemajuan organisasi dan penerbitan khusus dalam organisasi (buletin, newsletter, website, dll). Kedua, saluran komunikasi informal seperti perbincangan antar pribadi / kelompok, pertandingan olahraga, darma wisata dan sebagainya. Hal-hal seperti ini akan membangkitkan keinginan yang kuat untuk berpatisipasi yang tinggi dalam diri bawahan terhadap organisasi.

C. Komunikasi Antar Budaya dalam Organisasi

        Dalam kehidupan sehari-hari seseorang tidak lepas dari komunikasi dan lingkungannya. Kepribadian seseorang akan dibentuk pula oleh lingkungannya dan agar kepribadian tersebut mengarah kepada sikap dan perilaku yang positif tentunya harus didukung oleh suatu norma yang diakui tentang kebenarannya dan dipatuhi sebagai pedoman dalam bertindak. Pada dasarnya manusia atau seseorang yang berada dalam kehidupan organisasi berusaha untuk dapat menentukan dan membentuk sesuatu yang dapat mengakomodasi kepentingan semua pihak, agar dalam menjalankan aktivitas nya tidak berbenturan dengan berbagai sikap dan perilaku dari masing-masing individu. Sesuatu yang dimaksud tidak lain adalah budaya dimana individu berada, seperti nilai, keyakinan, anggapan, harapan dan sebagainya.

Komunikasi yang baik sangat diharapkan bagi kayawan, apalagi berbeda budaya agar tidak terjadi miskomunikasi dan penghambat untuk mencapai tujuan dari organisasi. Sehingga diperlukan terjadinya proses komunikasi efektif dalam sebuah organisasi. Disamping itu, didalam organisasi terdapat budaya yang dapat diartikan sebagai alat perekat sosial yang membantu untuk mempersatukan organisasi itu dengan memberikan standar-standar yang tepat untuk apa yang harus dikatakan dan dilakukan oleh para karyawan. Budaya juga berfungsi sebagai mekanisme pembuat makna dan kendali yang memandu dan membentuk sikap serta perilaku para karyawan. Sebagai sistem sosial budaya, organisasi mengembangkan seperangkat inti pengandaian, pemahaman, dan aturan implisit yang mengatur perilaku sehari-hari dalam tempat kerja.

Oleh karena itu, budaya organisasi adalah suatu nilai yang menjadi pegangan bagi karyawan yang terlibat di dalam organisasi mereka, yang dapat dijadikan sebagai faktor pembeda terhadap organisasi lain, menjadi acuan untuk mengendalikan perilaku organisasi dan perilaku karyawan dalam berinteraksi antar karyawan, dan berinteraksi dengan organisasi lainnya.

Budaya organisasi harus mampu diartikan oleh seluruh karyawannya sebagai sistem nilai-nilai, keyakinan, dan kebiasaan bersama dalam organisasi yang berinteraksi dengan struktur formal untuk menghasilkan norma perilaku yang memberi arti bagi karyawan suatu organisasi, serta aturan-aturan bagi anggota untuk berperilaku di organisasi. Budaya organisasi dibentuk oleh sesuatu yang terlibat dengan organisasi serta dalam perjalanan terus berkembang dan menyesuaikan diri dengan tetap mengacu pada tercapainya tujuan organisasi.
Sementara itu lingkungan kerja yang kondusif dalam suatu sistem nilai, norma, dan peraturan yang mendukung merupakan faktor penting untuk meningkatkan semangat dan kinerja serta motivasi kerja karyawan demi tercapainya tujuan yang diinginkan. Melihat dari efek yang ditimbulkan oleh budaya organisasi yang ada di dalam suatu perusahaan atau organisasi, maka hakikatnya budaya organisasi yang sudah baik patut tetap terus dijaga, dipelihara serta terus menerus ditingkatkan.

D. Hambatan-hambatan Komunikasi dalam Organisasi

        Secara umum dapat diklasifikasikan tentang hambatan-hambatan dalam berkomunikasi pada sebuah organisasi, yang mengakibatkan terjadinya miskomunikasi dan menghambat terjalinnya kerjasama serta tujuan dari organisasi tersebut tidak tercapai. Adapaun hambatan-hambatannya sebagai berikut;

1. Hambatan dari pengirim pesan, misalnya pesan yang akan disampaikan belum jelas bagi dirinya atau pengirim pesan, hal ini dipengaruhi oleh perasaan atau situasi emosional.

2. Hambatan dalam penyandian/simbol. Hal ini dapat terjadi karena bahasa yang dipergunakan tidak jelas sehingga mempunyai arti lebih dari satu, simbol yang dipergunakan antara si pengirim dan penerima tidak sama atau bahasa yang dipergunakan terlalu sulit.

3.  Hambatan media, adalah hambatan yang terjadi dalam penggunaan media komunikasi, misalnya gangguan suara radio dan aliran listrik sehingga tidak dapat mendengarkan pesan.

4. Hambatan dalam bahasa sandi. Hambatan terjadi dalam menafsirkan sandi oleh si penerima

5. Hambatan dari penerima pesan, misalnya kurangnya perhatian pada saat menerima/ mendengarkan pesan, sikap prasangka tanggapan yang keliru dan tidak mencari informasi lebih lanjut.

6. Hambatan dalam memberikan balikan. Balikan yang diberikan tidak menggambarkan apa adanya akan tetapi memberikan interpretative, Hambatan tidak tepat waktu atau tidak jelas dan sebagainya.

7. Hambatan fisik dapat mengganggu komunikasi yang efektif, cuaca gangguan alat komunikasi, dan lain lain, misalnya: gangguan kesehatan (cacat tubuh misalnya orang yang tuna wicara), gangguan alat komunikasi dan sebagainya.

8. Hambatan Semantik, Faktor pemahaman bahasa dan penggunaan istilah tertentu. Kata-kata yang  dipergunakan dalam komunikasi kadang-kadang mempunyai arti yang berbeda, tidak jelas atau berbelit-belit antara pemberi pesan dan penerima pesan. Misalnya : adanya perbedaan bahasa (bahasa daerah, nasional, maupun internasional).

9.  Hambatan Psikologis dan sosial kadang-kadang mengganggu komunikasi, misalnya; perbedaan nilai-nilai serta harapan yang berbeda antara pengirim dan penerima pesan, sehingga menimbulkan emosi diatas pemikiran-pemikiran dari sipengirim maupun si penerima pesan yang hendak disampaikan.

10. Hambatan Manusiawi terjadi karena adanya faktor; emosi dan prasangka pribadi, persepsi,kecakapan atau ketidak
cakapan, kemampuan atau ketidak mampuan alat-alat pancaindera seseorang.

Wass
Semoga Bermanfaat.